hut

Alat Berat Rusak Hambat Pengelolaan Sampah TPA Pakusari Jember 

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Problem sampah menjadi persoalan tersendiri dalam kehidupan masyarakat di segala tingkatan wilayah Pemerintah, baik pusat maupun daerah. Salah satunya, aroma tidak sedap dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Pada musim hujan, persoalan tersebut tidak luput dari TPA Pakusari Jember, yang merupakan TPA terbesar di kota tersebut. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya dua alat berat pengangkut sampah, yaitu Wheel Loader dan Buldoser. Sehingga saat ini hanya ada satu ekskavator saja yang bisa beroperasi.

Koordinator pengelolaan sampah TPA Pakusari Jember, Muhammad Masbut. -Foto: Kusbandono

“Kondisi ini menjadi kendala bagi petugas TPA dalam mengelola sampah yang terus bertambah setiap harinya,” kata Koordinator pengelolaan sampah TPA Pakusari Jember, Muhammad Masbut, kepada Cendana News, Rabu (30/1/2019).

Lebih lanjut, Masbut menjelaskan, datangnya musim hujan menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di TPA Pakusari.

Selain bau yang menyengat karena kandungan air yang tinggi di dalam tumpukan sampah, jalanan licin juga menyebabkan sulitnya truk pengangkut sampah naik ke lokasi pembuangan sampah.

“Selama ini, TPA Pakusari memiliki tiga alat berat pengangkut sampah, antara lain wheel loader, ekskavator dan buldoser. Namun saat ini hanya ekskavator saja yang masih beroperasi, karena kedua alat lainnya rusak,” ujarnya.

Masbut juga menerangkan, keberadaan tiga alat berat tersebut sangat vital dalam mengelola sampah di TPA Pakusari, apalagi di musim hujan, banyak sampah seringkali meluber ke luar lokasi TPA.

Tidak optimalnya fungsi beberapa alat alat berat tersebut, menjadi penghambat pekerjaan petugas. Karena itu, Masbut berharap ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk menganggarkan biaya perawatan alat berat pengangkut sampah.

“Pasalnya, anggaran yang sudah ada sejauh ini masih dialokasikan untuk bahan bakar dan gaji pegawai saja,” ungkapnya.

Sementara, untuk mengetahui keberadaan sampah secara akurat, terhitung 1 Januari 2019 TPA  Pakusari sudah menggunakan jembatan timbang dalam pencatatan sampah yang masuk tiap harinya. Sistem pencatatan baru ini dinilai lebih akurat dan praktis.

“Dengan adanya jembatan timbang ini, puluhan truk pengangkut sampah yang datang, diketahui mampu mengumpulkan rata-rata 145 ton sampah per hari,” jelasnya.

Masbut menjelaskan, berdasarkan standar yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup tentang pengelolan sampah TPA, salah satu yang harus dimiliki TPA adalah jembatan timbang. Karena dengan jembatan timbang ini, jumlah sampah yang diangkut ke TPA bisa tercatat secara akurat.

“TPA Pakusari ini menampung sampah dari 17 kecamatan, antara lain 14 TPS di wilayah desa dan sisanya di wilayah kota. Berdasarkan data, setiap hari sekitar 145 ton sampah diangkut di TPA Pakusari,” katanya.

Masbut menambahkan, selain keberadaan jembatan timbang, sistem sanitary landfill juga menjadi standar pengelolan sampah di TPA. Sementara, sejauh ini TPA Pakusari masih menggunakan Semi Controlled Landfill.

“Kami berharap, pemerintah kabupaten Jember dapat meningkatkan pengelolaan TPA menjadi sanitary landfill,” pungkasnya.

Lihat juga...