Alokasikan Rp145 Miliar, DKI Jakarta Revitalisasi 5 Taman

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, akan merevitalisasi lima taman, yang tersebar di beberapa titik di Ibu Kota Jakarta. Dinas Kehutanan DKI Jakarta, telah menyiapkan berbagai konsep untuk mengakomodir aspirasi seluruh warga.

“Ada lima taman yang direvitalisasi, konsepnya macam-macam. Paling tidak konsepnya mengakomodir, memfasilitasi, membuat fasilitas untuk semua warga dari yang usia anak-anak sampai lanjut usia,” kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Senin (7/1/2018).

Kelima taman itu adalah, Taman Langsat, Taman Puring dan Taman Mataram di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemudian, Taman Tebet di Tebet, Jakarta Selatan, dan Taman Tugu Tani di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Saat ini, proses revitalisasi telah masuk tahap perencanaan. Dan apabola, anggaran revitalisasi sebesar Rp145 miliar dari APBD DKI Jakarta 2019 cair, prosesitu pengadaan barang bakal segera dilakukan. Setelah pengadaan barang, tahap pembangunan akan dilakukan secara serentak. Ditargetkan, revitalisasi kelima taman ini selesai di akhir 2019. “Jadi kita sekarang dalam tahap perencanaan. Mudah-mudahan pembangunan di APBD ini selesai supaya lebih cepat masyarakat untuk bisa memanfaatkannya,” ungkap Suzi.

Dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019, ada kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau Taman di Wilayah DKI Jakarta dengan anggaran Rp145 miliar. Menurut Suzy, anggaran yang dipersiapkan bisa saja, digunakan sebagian atau bahkan tidak dipakai sama sekali. Sebab, pihaknya masih mengupayakan peran perusahaan swasta, dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), untuk mendukung program tersebut.

Menurutnya, setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab dan kepedulian, terhadap ketersediaan ruang terbuka hijau bagi warga Jakarta. Untuk itu, pihaknya masih menjajaki dan mencari pihak swasta, untuk berpartisipasi mendukung revitalisasi taman-taman tersebut.

Proses revitalisasi juga akan dilakukan terhadap taman-taman lain. Usia taman-taman di Ibu Kota Jakarta, saat ini telah tua dan sudah lama belum direvitalisasi. “Sekarang memang taman taman di Jakarta itu harus direvitalisasi karena umur, sudah cukup lama kita enggak lakukan revitalisasi. Tetapi, kan secara bertahap kita melakukannya,” imbuh Suzi.

Revitalisasi taman kota dilakukan dengan, menambah sejumlah sarana dan prasarana. Diantaranya arena bermain anak, serta taman yang lebih ramah terhadap kalangan Lanjut Usia (lansia) dan penyintas disabilitas. Harapannya, taman kota bisa menjadi tempat interaksi sosial bagi semua kalangan usia. Masyarakat bisa memanfaatkan taman kota, sebagai tempat berkegiatan. “Jadi inginnya masyarakat jadi lebih senang ke taman daripada ke mal, masyarakat bisa gelar tikar, anak-anak bisa guling-gulingan di taman, bisa makan sama keluarga di taman,” jelas Suzy.

Sementara, untuk pergantian nama Taman Honda atau Taman Tebet, dilakukan lantaran Honda tidak lagi bertanggung jawab atas perawatan taman tersebut. Dengan pergantian nama, Pemprov akan merevitalisasi Taman Tebet menjadi taman pintar, dengan anggaran sebesar Rp 40 miliar.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, Taman Tebet akan dilengkapi panggung untuk bermusik ataupun berkreasi masyarakat. Selain itu, sarana olahraga di taman tersebut, juga akan diperbaiki dan dilengkapi.

Lihat juga...