hut

Angin Kencang di Cilacap, Dua Warga Meninggal

Editor: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Angin kencang yang melanda wilayah Jateng Selatan, menyebabkan dua orang meninggal. Korban meninggal akibat tertimpa pohon di Jalan Kalimantan, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap yaitu Muhamad Ashar Syafsudin (42), warga Kelurahan Tambakreja, Cilacap.  Satu korban lainnya, Khonsum (49), warga Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara yang meninggal akibat tertimpa baliho caleg.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto, mengatakan, angin kencang yang melanda Cilacap merobohkan Pohon Asem Belanda. Pohon dengan diameter 60 centimeter tersebut menimpa dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

ʺKejadiannya tepat di depan SMA Negeri 3 Cilacap, ada dua sepeda motor yang tertimpa, satu pengendara meninggal dunia, yaitu Muhamad Ashar Syafsudin, satu luka berat, yaitu Pasha Rafi, siswa kelas 3 di SD Negeri Gunung Simping 01 dan dua lainnya mengalami luka ringan, yaitu Abdul Ghofur serta Sri Marlinda, semuanya warga Kecamatan Cilacap Selatan,ʺ terangnya, Rabu (23/1/2019).

Sementara di Kabupaten Banjarnegara, satu korban meninggal dunia, Khonsum (49), warga Desa Batur, Kecamatan Batur, meninggal akibat tertimpa baliho caleg di Jalan Raya Batur-Dieng. Korban tertimpa baliho berukuran besar saat sedang mengendarai sepeda motor dari arah Pasurenan menuju ke Sigeblok.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rahman, mengatakan, saat kejadian korban berboncengan dengan Peni (45).

ʺYang membonceng, saudara Peni selamat, hanya mengalami beberapa luka. Sedangkan korban tertimpa baliho di bagian muka, dahinya pecah sehingga korban tidak tertolong lagi, meskipun oleh warga sekitar sempat dibawa ke Puskesmas 1 Batur,ʺ jelasnya.

Sementara, angin kencang juga melanda wilayah Kabupaten Banyumas dan menyebabkan dua pohon besar tumbang menimpa rumah warga. Tidak ada korban jiwa, namun lima rumah warga rusak. Pohon tumbang di Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen merusak lima rumah warga, yaitu rumah milik Akhmad Wakrun (70), Sutrimah (60), Nilaturrahman (27), Sakhid (65) dan Ropingan (66).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, pohon jati dengan diameter satu meter merusak atap rumah warga.

ʺAngin kencang pada Rabu sore mengakibatkan dua pohon jati tumbang dan menimpa rumah warga serta merusak atap rumah. Kita mengimbau supaya warga lebih waspada dan segera berlindung di tempat aman saat turun hujan yang disertai angin kencang. Kita juga berharap pohon-pohon besar yang sudah rapuh untuk ditebang, karena bisa membahayakan warga sekitar,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...