Anies: Masyarakat Lewati JPO, Punya Pengalaman Unik

Editor: Satmoko Budi Santoso

214

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, peninjauan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, ingin menghadirkan fasilitas publik yang memiliki berbagai fungsi. Juga memiliki nilai artistik dan bisa menjadi wadah ekspresi serta budaya bagi warga Jakarta.

Sekaligus JPO modern tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pejalan kaki di ibu kota.

“Kita ingin, mereka yang melewati JPO menjadikannya pengalaman yang unik, berbeda dan membahagiakan,” kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (14/1/2019).

Menurut Anies, dalam peninjauan yang dilakukannya, memastikan pengerjaan revitalisasi JPO tersebut berjalan dengan baik.

“Progresnya sudah lebih dari 80 persen. Kita memastikan JPO tersebut terintegrasi dengan suasana yang ada di sekitarnya,” tuturnya.

Orang nomor satu di Ibu Kota DKI ini mengungkapkan alasan, mengapa dirinya membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sudirman dengan konsep artistik.

“Saya garis bawahi pada semuanya, mengapa JPO, trotoar, itu harus dibangun dengan artistik, karena kita ingin jalan kaki itu tidak dipandang semata-mata sebagai perjalanan,” jelasnya.

Dirinya ingin, setiap berjalan kaki di kawasan tersebut dijadikan sebagai pengalaman yang menarik dan unik. Selain berkonsep modern, JPO tersebut juga diinginkan Anies bersatu dengan lingkungan sekitar.

“Desainnya harus memastikan bahwa itu terintegrasi dengan suasana yang ada di sekitarnya. Kemarin kita ngecek pada saat hujan, saat sore, pagi. Beda tidak ketinggian-ketinggiannya,” ujarnya.

Menurut Anies, kendala utama pembangunan dari penyelesaian JPO cuaca yang kurang bersahabat.

“Kalau progres tanya sama yang melaksanakan, kendalanya utamanya pada hujan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan, tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, saat ini masih dalam proses penyelesaian. Pihaknya mengatakan, salah satu JPO yaitu JPO Bundaran Senayan masih akan dicek secara keseluruhan.

“JPO Bundaran Senayan saat ini dalam tahap finishing, pengecekan keseluruhan bagian, pembersihan material-material yang tersisa di lokasi, dan memastikan aman digunakan oleh pengguna JPO. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” ucap Hari kepada wartawan.

Kemudian JPO Gelora Bung Karno kini sudah memasuki tahap penyelesaian. Hanya pemasangan atap dan beberapa kelengkapan JPO seperti kelistrikan untuk penerangan JPO yang direncanakan pada akhir bulan Januari 2019.

“Pemasangan atap pada konstruksi cincin pulir,  memiliki perbedaan penanganan dari atap JPO lainnya. Diharapkan akhir bulan januari ini sudah bisa difungsikan,” kata dia.

Diberitahukan, Anies telah merevitalisasi tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman pada akhir 2018 lalu.

Ada 10 JPO yang direvitalisasi yakni, JPO Jembatan Gantung Cengkareng, lalu JPO Grogol, JPO Jelambar Jakarta Barat, JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno (GBK), JPO Bundaran Senayan atau Ratu Plaza, dan JPO Dr. Sumarno, Jakarta Timur.

Nantinya, desain JPO akan dibuat sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Misalnya, JPO di Jalan Sudirman dirancang dengan konsep modern dengan desain minimalis. Sedangkan, JPO GBK didesain kotak bergelombang yang bermakna semangat.

JPO itu dibangun dengan konsep artistik yang kekinian. Di antaranya adalah JPO Polda Metro Jaya, Halte Bundaran Senayan (Ratu Plaza), dan JPO Gelora Bung Karno.

 

Baca Juga
Lihat juga...