Antisipasi DBD, SMP N 2 Baturaden Lakukan PSN

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Warga SMP N 2 Baturaden menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Sabtu (26/1/2019). Kegiatan tersebut sebagai langkah antisipatif karena banyaknya warga di Kecamatan Baturaden yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Gerakan PSN diikuti seluruh siswa, mulai dari  kelas VII sampai kelas VIII, dan para guru serta karyawan sekolah. Semua melakukan PSN secara bersama-sama. Kepala SMP Negeri 2 Baturaden, Agus Haryatno, mengatakan, kebersihan lingkungan sekolah harus dijaga. Siswa berada di sekolah dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga ada potensi terkena DBD di sekolah.

Kepala SMP Negeri 2 Baturaden, Agus Haryatno usai memimpin langsung kegiatan PSN, Sabtu (26/1/2019). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

ʺSekecil apapun kemungkinan harus diantisipasi, sehingga seluruh siswa dan guru serta karyawan sekolah kita kerahkan untuk melakukan PSN. Membersihkan kelas, kamar mandi sekolah, hingga memeriksa halaman dan selokan di sekitar sekolah,ʺ kata Agus.

Pada minggu pertama di Januari ini, ada empat warga Desa Pandak, Kecamatan Baturaden yang dinyatakan positif terkena DBD. Selain itu, ada 13 warga lain menjalani perawatan dengan gejala DBD. Hal itu menimbulkan kekhawatiran pihak sekolah, sebab sudah banyak warga di daerah mereka yang positif DBD. “Kita mempunyai tanggung jawab untuk mendorong siswa menjadi kader pemberantasan nyamuk di lingkungan sekolah, diharapkan hal ini berlanjut diterapkan di lingkungan rumah masing-masing,” jelasnya.

Usai melakukan PSN, siswa diminta membuat laporan tertulis tentang hasil pengamatannya. Wilayah mana saja yang ditemukan jentik-jentik, bagian sekolah yang sudah dibersihkan dan kondisi serta temuan lain.

Laporan akan dijadikan bahan evaluasi, untuk menjaga kebersihan sekolah. Kegiatan PSN di sekolah tersebut, ternyata sangat berkesan bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan langsung ilmu yang diperleh.

Para siswa semakin memahami bahwa PSN  adalah tindakan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan menutup, menguras dan menimbun. Kegiatan tersebut, juga diikuti dengan memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai ekonomis secara terencana, terus menerus dan berkesinambungan.

PSN merupakan cara paling efektif untuk mencegah DBD. Salah satu siswa, Rina, mengatakan, setelah membersihkan kelas dan lingkungan sekolah, kelas menjadi lebih nyaman untuk belajar, tidak ada lagi nyamuk yang beterbangan. ʺTadi membersihkan selokan di depan sekolah juga, kemudian sudut-sudut kelas, sekarang lingkungan sekolah sudah bersih,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...