Antisipasi Kecelakaan, Jalur Tol di Pekalongan Dipasangi Garis Kejut

276

PEKALONGAN — Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah memasang garis kejut di tiga titik sepanjang jalur interchange tol Kelurahan Sokoduwet sebagai upaya mengantisipasi kecelakaan di jalan itu.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz, mengatakan pemasangan garis kejut tersebut karena ada permintaan dan pengaduan masyarakat mengenai keamanan dan keselamatan di sepanjang jalan keluar masuk tol Sokoduwet hingga depan Pasar Grosir Batik Setono.

“Garis kejut tersebut dipasang pada tiga lokasi, yaitu di titik sebelum dan sesudah ‘U turn’ dan perempatan Jalan Ampera. Pemasangan garis kejut ini sekaligus bertujuan mengantisipasi kecelakaan di jalan itu,” katanya di Pekalongan, Rabu (2/1/2019).

Pemkot juga memasang beberapa rambu peringatan untuk pengguna jalan, terutama untuk pengemudi mobil.

Kepala Seksi Rekayasa Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Badarusamsi mengatakan untuk rambu kecepatan sudah dipasang pada jarak 50 meter, 100 meter, dan 500 meter.

“Pemasangan rambu batas kecepatan ini dipasang agar pengendara dari arah utara dan selatan bisa mengurangi kecepatan berkendara. Kami mengimbau pengendara agar memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal 45 kilometer per jam,” katanya.

Warga Kelurahan Sokoduwet, Saiful Mubarishi, mengatakan masyarakat mengapresiasi langkah yang ditempuh pemerintah kota terkait dengan pemasangan garis kejut di sepanjang jalur interchange tol tersebut.

Setelah dibangun dan dibuka jalur interchange tol Sokoduwet, kata dia, banyak pengemudi kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi sehingga rawan kecelakaan.

“Oleh karena, kami menyambut baik dengan dipasangnya garis kejut itu agar pengemudi tidak melajukan kendaraannya dengan cepat, apalagi di jalan itu berdekatan dengan perkampungan yang masih melewati jalan itu,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...