ASN di Bekasi Diingatkan untuk Tidak Salah Gunakan Jabatan

Editor: Mahadeva

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail - Foto M Amin

BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri  di wilayahnya, tidak menyalahgunakan wewenang. Mereka diminta mengikuti aturan penyelenggaraan Pemilu.

Himbauan tersebut disampaikan, karena semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2019. “Larangan bagi ASN, TNI dan Polri, tidak terlibat kegiatan menguntung salah satu calon, melekat setiap waktu. Netralitasnya terpantau,” kata Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, perlakuan tersebut berbeda dengan kepala daerah. Kepala daerah sesuai aturan boleh berkampanye saat hari libur seperti sabtu-minggu atau hari besar lainnya tanpa lebih dulu mengajukan cuti kampanye.

Ali menyebut, sampai saat ini belum ada laporan maupun temuan, terkait netralitas ASN di Bekasi. Kendati demikian, ASN diimbau, tetap menjaga netralitas, agar tidak tersangkut masalah hukum. Bawaslu Bekasi, terus mensosialisasikan netralitas ASN, agar tidak ada yang terperangkap dalam penyalahgunaan jabatan. “Pemilu 2019, kian dekat. Untuk itu dihimbau Kota Bekasi agar tidak muncul pola praktek pelanggaran yang akibat ketidaknetralan ASN,” tegas Ali.

Sesuai ketentuan penyelenggaraan Pemilu, kalangan ASN, TNI dan Polri, dilarang mendeklarasikan diri sebagai calon kepala daerah. Dilarang memasang spanduk promosi kepada calon tertentu. Dilarang mendekati Parpol terkait dengan pungusulan dirinya atau orang lain menjadi calon. Dilarang mengunggah, memberikan like, atau mengomentari dan sejenisnya serta menyebarluaskan gambar maupun pesan visi misi calon baik di media online atau media sosial.

Dilarang menjadi pembicara pada pertemuan Parpol. Dilarang foto bersama calon. Kemudian, dilarang menghadiri deklarasi calon, baik itu dengan atau tanpa atribut Parpol. Hal tersebut termaktub dalam PP No.53/2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Sanksinya penundaan kenaikan gaji atau pangkat, penurunan pangkat, hingga pemberhentian dengan tidak hormat” pungkasnya.

Lihat juga...