Awal Februari, Polres Banyumas Uji Coba Tilang Elektronik

Editor: Koko Triarko

455
Kasatlantas Polres Banyumas, AKP Finan Sukma Radipta, memberikan keterangan tentang pemberlakukan uji coba tilang elektronik, Selasa (29/1/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Jajaran Polres Banyumas saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi electronic traffic law enforcement (E-TLE), atau lebih dikenal dengan tilang elektronik. Setelah masa sosialisasi, uji coba akan dilakukan mulai awal Februari, dan setelah itu baru diberlakukan tilang yang sesungguhnya.

Kasatlantas Polres Banyumas, AKP Finan Sukma Radipta, mengatakan, sosialisasi dilakukan kepada pengguna jalan, baik melalui sekolah-sekolah atau pun instansi, dan pemberitahuan di jalan. Uji coba akan dilakukan mulai tanggal 3-10 Februari, untuk mengetahui kesiapan petugas serta masyarakat pengguna jalan.

ʺSekarang kita sedang dalam tahap sosialisasi, kemudian uji coba mulai 3-10 Februari, dan penerapan tilang akan dilakukan 18 Februari. Kita harapkan, panjangnya masa sosialisasi dan uji coba ini, membuat masyarakat sudah siap dan sudah terbangun budaya untuk tertib lalu lintas,ʺ jelas Kasatlantas, Selasa (29/1/2019).

Pada masa uji coba nanti, sambungnya, tilang baru diberlakukan pada kendaraan sepeda motor serta mobil yang berasal dari wilayah Banyumas.

Penilangan ini dilakukan berdasarkan bukti dari foto CCTV, yang akan menunjukkan nomor polisi kendaraan yang melanggar rambu lalu lintas.

Selanjutnya, data dari Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas akan diteruskan ke Regiden Center, untuk melakukan pelacakan kepada pemilik kendaraan berdasarkan nomor kendaraan tersebut.

ʺSetelah terlacak nama pemilik kendaraan beserta alamatnya, selanjutnya dari Satlantas Polres Banyumas akan mengirikan surat tilang melalui pos kepada yang bersangkutan,ʺ terangnya.

Pemilik kendaraan diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi penilangan melalui nomor telepon yang tertera pada surat tilang.

Untuk menindaklanjuti penilangan, pemilik kendaraan bisa membayar denda tilang melalui perbankan yang ditunjuk, atau bisa juga diselesaikan melalui sidang di pengadilan.

Sementara untuk kendaraan yang sudah berpindah tangan atau sudah dijual, tetapi belum balik nama pemilik, Satlantas Polres Banyumas akan melakukan penonaktifan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sampai pada saat pembayaran pajak kendaraan.

Untuk menunjang program tilang elektronik ini, Dishub Banyumas sudah memasang kamera CCTV di 15 titik di Kota Purwokerto. CCTV tersebut terhubung dengan ruang kontrol di kantor Dinhub Banyumas.

ʺSelama masa uji coba, untuk sementara penilangan akan difokuskan pada jenis pelanggaran tidak memakai helm, dan melanggar rambu lalu lintas,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...