Awali 2019, Bulog Upayakan Stabilitas Harga Beras

Editor: Mahadeva

PADANG – Mengawali 2019, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumatera Barat (Sumbar), langsung bergerak menjaga stabilitas harga beras. Setidaknya, ada 15 ribu ton beras, yang siap didistribusikan ke sejumlah pasar di Sumbar.

Kepala Bulog Divre Sumatera Barat Suharto Djabar/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Bulog Divre Sumatera Barat, Suharto Djabar, mengatakan, melalui upaya yang dilakukan, diharap sejak awal tahun, kondisi harga beras di Sumbar baik jenis medium maupun premium, bisa terkendali. Mengingat 2019 adalah tahun politik, perlu dilakukan antisipasi kondisi beras sejak awal. Harapannya, tidak ada pihak yang mengkambing hitamkan persoalan harga beras, sebagai komoditas politik.

Tidak hanya menjadi upaya antisipasi lonjakan harga, awal tahun merupakan masa tanam petani, dan bukan masa panen padi. Sehingga diperkirakan kebutuhan beras akan meningkat di awal 2019. “Hari ini ada 100 ton beras yang diluncurkan dan disebarkan disejumlah pasar di Kota Padang. Harapan kita, setiap hari 100 ton, dan ada 15 ribu ton stok beras yang tersedia di gudang,” ungkapnya, Kamis (3/1/2019).

Dengan dimulainya penyebaran beras ke pasar, diperkirakan ketersedian beras 15 ribu ton di gudang, mampu mencukupi operasi pasar saat Idul Fitri 2019. “Jadi jikapun ada kekurangan stok, kita akan datangkan beras dari luar Sumatera Barat seperti dari Jawa. Untuk penyebaran beras ini, kita lakukan setiap hari, hingga harga beras benar-benar terkendali di pasar,” jelasnya.

Suharto menyebut, upaya distribusi beras ke pasar tersebut, merupakan kegiatan yang dilakukan seretak pada Kamis (3/1/2019) diseluruh Indonesia. “Memang sebuah langkah yang cukup cepat, karena ada kehawatiran adanya kekurangan pasokan. Untuk itu Bulog menggelar operasi pasar setiap hari sebagai langkah antisipasi. Saat ini untuk harga beras medium Rp 8.500 sedangkan untuk beras premium Rp 9.600,” tutur Suharto.

Operasi pasar di Sumbar, diutamakan untuk pasar-pasar besar yang ada di daerah tersebut. Di Kota Padang, terdapat Pasar Raya, Siteba dan Lubuk Buaya dan Kota Bukittinggi di Pasar Bawah serta Kabupaten Solok di Pasar Modern. Tidak menutup kemungkinan, juga akan dilakukan di pasar-pasar lain, seperti di Pariaman, Lubuk Sikaping.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar, Asben Hendri, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Bulog tersebut. Meski diklaimnya, harga beras disejumlah daerah terkendali, namun upaya antisipasi kemungkinan terjadi lonjakan harga perlu dilakukan. Persoalan harga beras di Sumbar sangat beragam. Untuk daerah yang berada dikawasan pertanian, harganya akan lebih murah, ketimbang di pusat kota. Harga juga tergantung jenis beras. Kalau untuk beras Solok, yang merupakan beras super premiun, memiliki harga tertinggi di Sumatera Barat.

“Harga beras di Sumatera Barat sejauh ini tidak mengalami kenaikan berarti. Dengan langkah-langkah yang dilakukan Bulog, akan semakin menekan upaya pedagang mempermainkan harga, kita apresiasi Bulog,” pungkasnya.

Lihat juga...