Balikpapan Waspadai DBD, Seorang Warga Meninggal

Editor: Satmoko Budi Santoso

228

BALIKPAPAN – Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) menyerang Balikpapan, menyebabkan satu penderita meninggal dunia dan 65 lainnya menderita penyakit tersebut.

Korban meninggal dunia ditemukan di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. “Secara keseluruhan, sampai pekan kedua tahun ini ada sebanyak 66 kasus yang kami temukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Ballerina, saat ditemui, Rabu (23/1/2019).

Ia mengutip data, jumlah penderita DBD sebanyak 35 orang pada pekan pertama dan 31 kasus pada pekan kedua bulan Januari 2019.

“Meski penderita cukup besar, jumlah kasus DBD menurun dibanding periode yang sama tahun lalu,” imbuh Ballerina. Tahun lalu, DKK Balikpapan mencatat jumlah penderita DBD pada pekan kedua sebanyak 86 kasus, atau 20 kasus lebih banyak.

Berkaitan dengan data tersebut, pemerintah daerah belum menetapkan kasus DBD menjadi kejadian luar biasa atau KLB. Status tersebut biasanya diberlakukan apabila jumlah kasus DBD lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan riwayat, kasus DBD di Kota Balikpapan pada tiga tahun terakhir, 2016 merupakan temuan terbesar. Saat itu, kasus DBD mencapai 4 ribu lebih dengan korban meninggal 26 orang. Pascakejadian tersebut, DKK melakukan evaluasi dan melaksanakan program pencegahan seperti kelambu air.

Setelah itu, kasus mulai mengalami penurunan. Meski sempat naik pada tahun lalu, namun jumlah kasus sudah tidak signifikan.

“Sejak ada program kelambu air, jumlah kasus DBD menurun drastis di 2017 dengan 1137 kasus dan 2 kematian. Sementara, 2018 ada 1304 kasus juga dengan 2 kematian,” terang Ballerina.

Program Kelambu Air adalah upaya mengajak masyarakat yang memiliki penampungan air seperti bak atau ember, menutupnya dengan kelambu.

“Pelaksanaan kelambu air terbukti mampu menekan DBD. Karena itu pelaksanaan kelambu air dilakukan menyeluruh, beberapa di antaranya juga diadakan melalui CSR,” kata dia.

Ia pun meminta kepada masyarakat apabila terjadi demam agar segera diberikan obat penurun panas. Namun apabila panas tidak juga turun hingga lebih dari 24 jam, penderita harus dibawa ke faskes terdekat seperti Puskesmas, klinik, atau di mana BPJS mereka berlaku.

Pemerintah Kota Balikpapan telah melakukan sistem kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan. Seluruh klinik, rumah sakit, maupun Puskesmas bersiap menangani DBD. Selain itu, masyarakat diajak menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan genangan air, serta menerapkan 3 M.

Lihat juga...