Bang Minan Pertahankan Resep Alami Laksa Betawi

Editor: Koko Triarko

299

BEKASI – Dibuat menggunakan bahan alami dan proses tradisional, membuat Laksa Betawi racikan Bang Minan, disukai pembeli. Resep masakan turun temurun, menjadi kunci sukses Bang Minan, yang menjual dagangannya di depan Kelurahan Margahyu, Bekasi Timur Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Bang Minan mengaku sudah berjualan sejak 1987, dengan cara pikul berkeliling kampung. Tetapi sejak empat tahun terakhir, mangkal di depan kelurahan Margahayu, tepat di simpang empat pinggiran Kali Irigasi.

Bang Minan saat berjualan di depan kantor Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur,  Kota Bekasi, diburu pencinta kuliner khas di Bumi Patriot. -Foto: M Amin

“Laksa Betawi menggunakan resep turun temurun. Dari keluarga bapak, hanya saya yang meneruskan jualan ini. Karena tingkat kerumitan dalam meracik bumbu dan memakan waktu lama,” ujar Bang Minan, kepada Cendana News, Sabtu (5/1/2019).

Menurutnya, racikan bumbu semua dipersiapkan sendiri. Bang Minan tidak menggunakan bumbu jadi untuk menjaga rasa Laksa Betawi.

“Keunikan Laksa Betawi terletak pada bumbu kuah, ini yang membedakan dengan laksa daerah lainnya, seperti di Melayu, Tangerang dan lainnya,” katanya.

Setiap hari, Bang Minan mempersiapkan racikan untuk kuah dan lainnya sejak pukul 03.00 WIB pagi, dan baru siap pukul 08.00 WIB. Sementara, warung mulai buka sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

“Sehari, alhamdulillah rata-rata bisa menjual 100 porsi. Harga satu mangkok Rp10 ribu,” ujar Bang Minan.

Ada pun komposisi Laksa Betawi Bang Minan, pengolahan kuah menggunakan santan kental, dicampur temu-temuan, seperti temu mangga, kunyit temu lawak, temu mangga temu konci, bawang merah, bawang putih, kemiri.

Semua bahan tersebut sebelum dicampur dengan santan, terlebih dahulu ditumbuk. Hal itu untuk menemukan rasa khas. Begitu pun olahan sambal, Bang Minan, mengolah dengan cara tradisional dengan ditumbuk tidak menggunakan alat blender.

“Semua berbahan alami, bumbunya temu-temuan. Untuk laksa sendiri terdiri dari lontong kupat, oncom, daun kemangi soun tauge,” tandas Bang Minan.

Pelanggan Laksa Betawi Bang Minan berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang Betawi di Bekasi, tetapi banyak dari luar daerah yang penasaran ingin mencicipi nikmatnya Laksa Betawi, salah satu panganan khas tersebut.

Meskipun hanya dengan gerobak di pinggir Kali Irigasi, tepat di depan kantor Kelurahan Margahayu, tetapi pelanggan Bang Minan banyak menggunakan kendaraan roda empat, mereka makan di bawah tenda atau pun beli untuk dibungkus bawa pulang.

“Laksa Betawi ini sudah langka di Bekasi, ada yang jualan tetapi rasanya beda. Kalau Laksa Betawi Bang Minan rasanya masih seperti zaman dulu,” ujar Rohani, yang membeli beberapa bungkus untuk dibawa pulang.

Baca Juga
Lihat juga...