Bangkai Perahu Menyumbat Aliran Sungai Cipunten

148
Ilustrasi perahu - DOK CDN

PANDEGLANG – Bangkai perahu dan sampah di aliran Sungai Cipunten Agung, menjadi penyebab air meluap dan menimbulkan banjir, yang merendam sekira 500 rumah warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten.

“Tidak ada jalan lagi, itu (sampah dan bangkai kapal), harus di angkat, agar air tidak naik lagi ke rumah kami,” kata Amah, salah seorang warga korban banjir di Labuan, Pandeglang, Rabu (2/1/2019).

Bangkai perahu dan sampah tersebut, dampak dari tsunami Selat Sunda, yang melanda wilayah itu pada Sabtu (22/12/2018) silam. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), telah menurunkan bantuan alat berat untuk membersihkan bangkai perahu dan tumpukan sampah yang berada di daerah aliran sungai sungai tersebut.

Namun alat berat tersebut, di operasikan untuk mengangkat sampah yang menumpuk. Tidak ada akses jalan, untuk bisa menjangkau bibir sungai. “Saya sudah sampaikan ke Bupati Pandeglang, Irna Narulita, untuk meminta kases jalan, agar alat berat bisa masuk kesana,” kata Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS3C, Asep Anang.

Selain akses alat berat, derasnya aliran sungai juga menjadi kendala proses pembersihan. “Kita belum dapat memastikan kapan akan tuntas, karena aliran air sangat deras. Jangan kan alat dari pinggir, dengan menggunakan ponton saja bisa terseret itu,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...