Batik Tanah Liek, Kerajinan Paling Diminati di Pesisir Selatan

Editor: Mahadeva

203
Ketua TP-PPK Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Lisda Hendrajoni mengenakan batik tanah liek khas daerah Pesisir Selatan/Foto: M. Noli Hendra 

PESISIR SELATAN – Perkembangan pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berdampak kepada industri kerajinan. Kerajinan yang paling diminiati di Pesisir Selatan adalah batik tanah liek.

Ketua TP-PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, mengatakan, daerah Pesisir Selatan merupakan salah satu destinasi wisata teramai di Sumbar. Kunjungan wisatawan, membuka peluang bagi masyarakat, yang menjalankan usaha di bidang ekonomi kreatif.

Kedatangan wisatawan, membuat produk cendera mata sebagai ciri khas daerah, menjadi incaran wisatawan. Saat ini, cendera mata yang paling banyak diminati adalah batik tanah liek. Kerajinan batik tersebut, dikenal sebagai salah satu kerajinan tangan yang identik dengan masyarakat Pesisir Selatan.

“Upaya pengembangan kita lakukan, sebab batik tanah liek itu sangat diyakini bisa mendunia, melalui potensi wisata yang dimiliki oleh Pesisir Selatan. Seperti yang ada di Pantai Carocok Painan. Keberadan sebuah warung pemasaran ekonomi kreatif, telah turut membuat batik tanah liek diminati banyak wisatawan,” ungkap Lisda, Selasa (8/1/2019).

Ia menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan pasar batik tanah liek, salah satu upaya yang dilakukan adalah, pembentukan kampung-kampung batik di 15 kecamatan. Saat ini, yang paling terkenal adalah, kampung batik Lumpo Pesisir Selatan. “Salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata adalah dengan mengembangkan kerajinan batik tanah liek. Sebab batik tanah liek ini merupakan motif yang khas dimiliki oleh masyarakat Pesisir Selatan. Kini bisa dikatakan motif batik tanah liek itu telah dipasarkan hingga berbegai negara,” ujarnya.

Lisda menjelaskan, batik tanah liek, bisa dikembangkan disetiap kecamatan, dengan ciri khas yang dimiliki. Seperti yang ada pada kampung batik. Pemerintah setempat akan melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap masyarakat.

Dalam melakukan pembinaan, perlu melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Pasar dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Karena, jika pemerintah ataupun PKK langsung yang turun, tidak memiliki kemampuan dalam hal tersebut, apalagi berhubungan dengan kerajinan membatik.

Diharapkan, melalui kampung batik, wisatawan yang berkunjung bisa diajak melihat secara langsung, aktivitas perajin saat membatik. “Upaya ini, termasuk salah satu cara untuk mempromosikan Pesisir Selatan ke tingkat nasional bahkan internasional, disamping juga melalui kegiatan pameran dan berbagai lomba sebagaimana diikuti selama ini,” sebutnya.

Untuk kampung batik di Lumpo, Kecamatan IV Jurai, sebelumnya telah diresmikan dengan pemasangan gapura beberapa waktu lalu. “Jadi tujuan kita membuat kampung batik itu, sebagai bentuk kepedulian dan keinginan pemerintah untuk tetap melestarikan kerajinan batik yang ada di Pesisir Selatan,” ungkapnya.

Dengan adanya kampung batik, tidak hanya menjadi sebuah kampung yang menghasilkan kerajinan batik, tetapi akan membuat kampung batik menjadi sebuah obyek wisata untuk mencari batik Pesisir Selatan yakni batik tanah liek.

Kampung batik yang ada di Lumpo, turut melibatkan beberapa kenagarian yang ada di Lumpo. Seperti, Kenagarian Limau Gadang, Kenagarian Balai Senayan, Kenagarian Ampuan. Lisda menyebut, batik yang ada di Lumpo, memiliki ciri khas pewarnaan alami, seperti kulit rambutan, kulit jengkol, gambir, dan bahan alami hal lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...