hut

Bawaslu Banyumas Serahkan Kasus Tabloid Indonesia Barokah ke Polisi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Komisioner Bawaslu Banyumas Bidang Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Yon Daryono. Foto: Hermiana E Effendi

PURWOKERTO — Setelah keluar keputusan Dewan Pers yang menyatakan bahwa Tabloid Indonesia Barokah bukan termasuk produk jurnalistik, Bawaslu Kabupaten Banyumas selanjutnya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Banyumas, Yon Daryono mengatakan, keputusan Dewan Pers sudah disampaikan secara resmi, sehingga Bawaslu tidak lagi mempunyai kewenangan untuk menindaklanjutinya.

Yon Daryono menjelasan, Dewan Pers menyatakan bahwa alamat Tabloid Indonesia Barokah yang tercantum dalam susunan redaksi adalah fiktif. Selain itu juga tidak mencantumkan nama badan hukum, penanggungjawab isi tabloid, serta alamat percetakan. Sehingga dinyatakan bukan merupakan produk jurnalistik.

ʺBawaslu mempunyai kewenangan untuk menindak pelanggaran pemilu, sementara dalam kasus ini tidak ditemukan adanya pelanggaran dan mutlak sebagai tindak pidana umum. Karena itu, kepada masyarakat yang ingin melaporkan kasus tersebut, dipersilahkan lapor ke kepolisian, karena termasuk delik aduan murni,ʺ terang Yon Daryono, Kamis (31/1/2019).

Hal ini disampaikan, mengingat dari tim sukses pasangan capres ada yang melaporkan ke Bawaslu Banyumas.

Terkait barang bukti, tabloid tersebut sebagian masih berada di kantor Bawaslu, sebagian lagi berada di Kantor Pos Purwokerto dan ada yang sudah beredar di masyarakat. Dari data Bawaslu Banyumas, yang sudah beredar secara luas mencapai 1.274 eksemplar.

Untuk yang berada di kantor Bawaslu, lanjut Yon Daryono, pihaknya masih menunggu intruksi dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, apakah dimusnahkan atau dikirim ke Bawaslu provinsi atau pusat, ataupun diserahkan ke pihak kepolisian. Sementara untuk yang masih tersimpan di Kantor Pos Purwokerto, pihaknya mengimbau agar tidak didistribusikan terlebih dahulu.

ʺTabloid Indonesia Barokah ada ribuan yang sudah beredar di masyarakat dan kita tidak mempunyai kewenangan untuk menariknya, kecuali ada masyarakat yang menyerahkan secara sukarela, maka akan kita tampung,ʺ kata Yon Daryono.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!