Bawaslu Jabar: Perlu 138.050 Pengawas TPS

Editor: Satmoko Budi Santoso

473

BEKASI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, akan melakukan perekrutan 138.050 pengawas untuk ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pengawas internal Bawaslu di TPS akan menjadi ujung tombak saat pelaksanaan pencoblosan dalam Pemilu 2019.

“Pengawas tingkat TPS yang akan direkrut sesuai dengan jumlah TPS di Jawa Barat,” ujar Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan, usai mengikuti peresmian penempatan kantor baru Bawaslu Kota Bekasi, Kamis (10/1/2019).

Dikatakan, pengawas internal Bawaslu di setiap TPS tentu akan bersaing dengan pengawas dari partai politik, caleg atau calon DPD. Artinya, imbuh Abdullah, jumlah saksi di satu TPS saat pencoblosan akan mencapai 50 orang.

“Satu TPS akan dipenuhi beragam saksi, dari internal Bawaslu, KPU seperti PPK dan PPL, 16 parpol belum dari masing-masing caleg baik DPRD kota, kabupaten, provinsi dan DPR RI. Ditambah calon DPD RI,” papar Abdullah.

Menurutnya, jumlah pengawas untuk satu TPS dalam Pemilu 2019 tidak sedikit. Baik pengawas internal Bawaslu dan yang lain, akan mengikuti sampai proses perhitungan suara selesai.

Abdullah, menambahkan, Bawaslu memiliki tugas tambahan, di samping melakukan training saksi internal Bawaslu yang akan ditempatkan di TPS atau lapangan, juga ada mandat tambahan untuk melakukan training terhadap saksi dari parpol, DPD atau caleg di masing-masing wilayah.

“Mandat ini tentu tidak gampang. Bawaslu harus melakukan training 50 orang saksi untuk satu TPS, dari saksi parpol, caleg, DPD, dan saksi internal Bawaslu juga KPU,” pungkas Abdullah.

Baca Juga
Lihat juga...