Bawaslu: Politik Uang Potensial Terjadi di Tanjungpinang

Ilustrasi -Dok: CDN

TANJUNGPINANG – Badan Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengajak masyarakat untuk mencegah politik uang selama penyelenggaraan pemilu.

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah, mengatakan, masyarakat memiliki peran yang besar dalam mencegah terjadinya politik uang, karena itu diharapkan membangun komitmen bersama untuk menolak uang atau barang yang diberikan caleg atau peserta pemilu.

“Uang dan barang yang berasal dari caleg atau peserta pemilu diberikan kepada kelompok masyarakat tertentu, dengan tujuan memengaruhi pemilih. Seharusnya ditolak untuk menciptakan pemilu yang bermartabat, adil dan jujur,” ujarnya, Sabtu (5/1/2019).

Maryamah mengatakan, politik uang potensial terjadi di Tanjungpinang. Politik uang tidak akan terjadi, jika masyarakat memiliki tekad yang sama menolak pemberian barang dan uang dari caleg atau pengurus partai.

“Untuk melahirkan anggota legislatif dan pemimpin negara yang diharapkan rakyat, seharusnya masyarakat bertekad menolak pemberian barang dan uang,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, caleg dan peserta pemilu untuk melaksanakan kampanye sesuai ketentuan yang berlaku, salah satunya tidak memberikan barang atau uang. Politik uang merupakan tindakan yang melanggar UU Pemilu.

Lihat juga...