hut

BBM Mahal, Mobil Listrik Mudah Dijumpai di Hong Kong

Ilustrasi - Mobil listirk - Foto: Istimewa/Dok. pln.co.id

Hong Kong – Mobil listrik  begitu mudah dijumpai di keramaian lalu lintas Hong Kong.  Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mahal, mendorong warga untuk beralih menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan pribadi.

Mobil-mobil listrik itu dikemudikan dari berbagai kalangan usia, baik pria berpakaian setelan jas, anak muda, ibu rumah tangga yang membawa anaknya yang masih kecil, hingga kalangan lanjut usia, berada di balik setir mobil listrik. Merek seperti, Telsa Model S dan Model X, BMW i3, Renault Zoe dan Nissan Leaf, mudah dijumpai di parkiran umum, berbaris di lampu merah, atau berhenti di depan toko-toko.

Seorang pemilik kendaraan listrik di kawasan Kowloon, Hong Kong, mengatakan, harga bensin yang mahal, lebih dari 2 dolar AS per liter (sekira Rp29 ribu), membuat warga Hong Kong beralih memakai mobil berpenggerak listrik. “Kami bisa isi daya di rumah. Harga bahan bakar di sini cukup mahal,” kata Peter Li, seorang warga yang mengisi daya listrik mobil Nissan Leaf, di depan sebuah ruko di Kowloon.

Mengacu data Global Petrol Prices yang diumumkan pada 21 Januari, harga bensin di Hong Kong memang mahal. Harganya mencapai 2,06 dolar AS per liter. Harga tersebut, melewati harga di Islandia atau Norwegia yang hanya 1,7 hingga 1,8 dolar AS per liter.

Peter mengatakan, dengan menggunakan mobil listrik, setidaknya dapat menghemat pengeluaran. Terutama biaya untuk mobilitas sehari-hari, karena ongkos menggunakan kendaraan pribadi di Hong Kong cukup tinggi, meliputi pajak, perawatan hingga ongkos parkir.

Sebagai informasi, biaya parkir setiap satu jam di Hong Kong mencapai 20 hingga 25 dolar Hong Kong (sekira Rp35ribu hingga Rp45 ribu). Sedangkan biaya parkir berlangganan selama sebulan, mencapai 2.500 dolar Hong Kong atau Rp4,5 juta.

Faktor lain yang membuat mobil listrik dilirik konsumen di Hong Kong adalah, insentif pajak yang menggiurkan. Ada insentif sebesar 97.500 dolar Hong Kong (Rp174,7 juta), untuk registrasi kendaraan pertama.

“FRT (first registration tax) untuk mobil listrik pribadi akan terus dibebaskan hingga 97.500 dolar, dari 1 April 2018 hingga 31 Maret 2021,” bunyi pernyataan di laman Departemen Perlindungan Lingkungan Pemerintah Hong Kong.

Sedangkan pajak yang dikenakan untuk kendaraan dengan mesin bakar konvensional bisa mencapai 250 ribu dolar. Dilansir dari media setempat, data penjualan di 2016, penjualan Tesla di negara itu mencapai 6.000 unit, melampaui di Inggris yang hanya 2.000 unit dan Kanada 1.800 unit.

Besarnya insetif pajak, membuat penjualan Tesla laris manis di negara yang sudah memiliki sistem transportasi mapan. Kebijakan untuk kendaraan pribadi, sejalan dengan armada transportasi umum, misalnya taksi, yang sudah menggunakan mobil-mobil bermesin hybrid. (Ant)

Lihat juga...