Begini Tahapan Tabur Puja Mengantisipasi Tunggakan Kredit

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi adanya tunggakan kredit. Salah satunya dengan menerapkan sistem survei setiap pengajuan pinjaman yang masuk ke meja Asisten Kredit (AK).

Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, banyak sebab yang membuat angka tunggakan kredit di Padang, Sumatera Barat, jadi cukup besar. Untuk mengantisipasi hal itu, perlu adanya upaya lebih selektif lagi dari AK, supaya potensi akan adanya tunggakan kredit bisa ditekan.

Ia menjelaskan, cara yang dilakukan ialah melakukan survei kepada setiap masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja. Hal ini berbeda dengan sebelumnya, survei yang dilakukan tidak begitu dilakukan. Sebab, Tabur Puja menerapkan kepercayaan dengan sistem sosial.

“Jadi tahapannya itu, setelah masuk permohonan ke AK, dilakukan wawancara, setelah itu barulah survei,” katanya, Selasa (29/1/2019).

Survei yang dilakukan melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha. Selanjutnya mengetahui persoalan hitung piutang masyarakat terkait, serta mengetahui pengeluaran yang dilakukan pihak keluarga.

Tujuan perlu melakukan survei yang begitu detil, meski dana yang dipinjamkan hanya kecil, supaya apabila dana pencairan dilakukan untuk masyarakat, tidak merasa berat. Apalagi dengan pembayaran kredit yang diterapkan Tabur Puja per pekan.

“Kalau masyarakat lagi banyak hutang dan pengeluaran masih besar, maka tidak memungkinkan juga bagi Tabur Puja untuk memberikan pinjaman. Tapi, apabila dilihat akan aman-aman saja, barulah bisa diberikan pinjaman,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan, supaya tujuan  Tabur Puja untuk memberikan kemudahan dalam menjalani usaha, tidak malah menyulitkan. Khususnya ketika mendapatkan pinjaman dari Tabur Puja. Artinya, Tabur Puja memang untuk membantu, bukan malah menyulitkan.

Meno, sapaan akrab Margono Okta menyebutkan, KSU Derami Padang, pada intinya hadir dengan unit usaha Tabur Puja. Untuk membantu keluarga kurang mampu dengan cara memberikan modal usaha, supaya bisa memperbaiki ekonomi keluarga.

Selama ini, keluarga kurang mampu terkendala dalam agunan untuk mendapatkan pinjaman, tapi di Tabur Puja tidak menerapkan agunan.

“Proses peminjamannya tidak terlalu rumit. Tabur Puja juga tetap memperhatikan kelancaran masyarakat dalam membayarkan kredit. Begitu juga untuk proses diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman, juga perlu dilakukan sebaik mungkin,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan kredit macet di Padang, tidak terlepas dari karakter masyarakatnya. Kalau di Padang, karakter masyarakatnya hampir sebagian besar jujur dalam melakukan pembayaran pinjaman.

“Saya dengar ada oknum yang melakukan pemalsuan tanda tangan. Untuk hal itu, siapa yang menanda tangani, dialah yang harus bertanggung jawab. Karena AK akan sulit juga mendeteksi kelompok yang mengajukan pinjaman itu, benar atau malah bohong,” jelasnya.

Meno menyebutkan, begitu juga untuk memastikan melanjutkan pinjaman ke tingkat selanjutnya. AK perlu berkaca pada kondisi peminjaman modal usaha yang lalu. Apabila aman-aman saja, maka berkemungkinan besar pinjaman tetap diberikan.

“Kalau anggota baru, maka survei dulu oleh AK, rumah dan usahanya,” tegasnya.

Lihat juga...