Bekam Masih Jadi Metode Pengobatan Andalan Sopir di Lampung

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Alternatif untuk memperoleh kebugaran fisik dan penyembuhan penyakit masih banyak dilakukan dengan berbagai metode, di antaranya pijat tradisional dan bekam. Sebagian besar yang memanfaatkan pengobatan alternatif merupakan sopir yang mengalami keluhan penyakit pegal linu, sakit pinggang, kelelahan setelah mengemudi jarak jauh serta keluhan lain.

Abdulrahman (58), laki laki asal kabupaten Pandeglang, Banten menyebutkan, ia sudah puluhan tahun melakoni pengobatan alternatif tersebut. Cara tersebut efektif untuk mengatasi sejumlah keluhan penyakit, gangguan kesehatan yang dialami oleh pasien yang dipijatnya. 

Kedua metode tersebut menurut Abdulrahman diterapkan secara bersamaan. Semua jenis keluhan penyakit diobati dengan peralatan sederhana, berupa stik kayu setigi untuk pijat serta alat bekam.

“Cara mendapatkan kebugaran fisik serta mengatasi sejumlah keluhan penyakit yang saya lakukan dengan pijat tradisional dan bekam sudah saya lakukan di darat, bahkan puluhan tahun di atas kapal lintas Merak ke Bakauheni,” terang Abdulrahman baru baru ini.

Pengguna jasa pijat dan bekam selama di pelabuhan Merak,Banten umumnya merupakan pengemudi truk antar pulau Sumatera dan Jawa. Kala itu ia menyebut jumlah dermaga yang beroperasi hanya sebanyak 2 dermaga sehingga pengemudi truk kerap harus mengantre untuk naik kapal.

“Saat mengantre atau kondisi cuaca buruk, banyak pengemudi truk minta dipijat serta bekam,” kenang Abdulrahman.

Sebagai penyedia jasa pijat kebugaran dan bekam, Abdulrahman pantang memasang atau menyebut tarif. Sejak memulai memijat dan bekam ia kerap diberi upah mulai dari Rp5.000. Kini berkisar Rp30.000 hingga Rp100.000. Dalam sehari ia bisa memijat dan membekam rata rata 5 hingga 7 orang dengan hasil Rp250 ribu hingga Rp400 ribu.

Salah satu pelanggan pengguna jasa pijat dan bekam, Butar Butar (40) mengaku sebagai pengemudi truk ekspedisi. Setiap sampai di pelabuhan ia menggunakan jasa pijat dan bekam yang dilakukan Abdulrahman. Proses pijat selama hampir 30 menit hingga 45 menit dikombinasikan dengan bekam membuat ia kembali bugar.

Butar butar menyebut meski dengan tekhnik tradisional pijat dan bekam, ia mengaku kondisi badannya lebih baik. Ia bahkan mengakui kerap meminta dipijat serta bekam dibandingkan harus meminum obat modern.

Kecocokan menggunakan pengobatan tradisional disebutnya bisa membantu mengatasi gangguan kesehatan. Sebagai imbalan ia bahkan tak segan merogoh kocek Rp50.000 untuk jasa pijat dan bekam sebelum melanjutkan menyeberang ke pulau Jawa dengan kapal.

Lihat juga...