Belajar Sejarah Musik di MMI Malang

Editor: Koko Triarko

410

MALANG – Tidak banyak orang yang mengetahui perkembangan sejarah musik di Indonesia, termasuk generasi muda yang saat ini justru lebih menyukai musik dari mancanegara. Melihat fenomena tersebut, siswa-siswi SMP Charis National Academy, diajak berbondong-bondong mengunjungi Museum Musik Indonesia (MMI), yang berlokasi di jalan Nusakambangan, Kota Malang.

“Kami sengaja membawa siswa-siswi kelas 8 kami ke MMI, untuk belajar tentang sejarah musik. Terutama musik Indonesia. Mulai dari musik pada era sebelum kemerdekaan, era kemerdekaan, orde lama, orde baru, sampai sekarang,” jelas guru musik SMP Charis National Academy, Gustav, Senin (28/1/2019).

Guru musik SMP Charis National Academy, Gustav -Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, anak-anak zaman sekarang mungkin banyak yang tidak mengetahui bentuk piringan hitam maupun kaset. Karena di zaman mereka saat ini, sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk mendengarkan sebuah lagu.

Tidak hanya itu, anak muda yang kerap disebut generasi ‘Zaman Now’ ini juga tidak banyak yang mengetahui siapa saja penyanyi-penyanyi zaman dahulu, dan siapa saja dari mereka yang namanya sudah mendunia.

“Lagu ‘Kebyar-kebyar’ ciptaan Gombloh, mungkin sudah sering dinyanyikan, tapi bagi mereka generasi muda belum tentu mengetahui siapa itu Gombloh. Karena anak-anak sekarang tidak terlalu paham mengenai hal itu,” tandasnya.

Untuk itu, melalui kunjungan ke MMI, Gustav berharap, agar siswa-siswi mereka bisa lebih paham tentang asal-usul sejarah musik di Indonesia. Karena jika mereka tidak tahu asal-usul musik Indonesia, mungkin mereka akan termakan oleh musik-musik impor dari luar negeri.

Lebih lanjut, Gustav mengatakan, keberadaan MMI sangat diperlukan, agar masyarakat lebih mengenal sejarah musik Indonesia. Di MMI banyak sekali koleksi terkait musik dan perkembangannya.

“Di tempat ini terdapat ribuan kaset maupun piringan hitam, sehingga sangat disayangkan sekali kalau MMI ini belum banyak dikenal orang, sehingga nilai sejarahnya hanya menguap begitu saja,” pungkasnya.

Sementara itu, tour guide MMI, Ari Yusuf, mengaku senang atas kunjungan siswa-siswi SMP Charis National Academy.

“Di sini kami menyampaikan terkait musik-musik di era sebelum kemerdekaan, kemudian setelah era kemerdekaan Indonesia, kemudia masuk musik-musik industri rekaman dari periode 1960 sampai sekarang,” terangnya.

Menurut Ari, pentingnya sejarah musik disampaikan kepada generasi muda sekarang, adalah agar mereka mengenal musik-musik yang ada di Indonesia dari zaman ke zaman.

“Setelah mereka mendengar apa yang kami sampaikan, diharapkan para siswa bisa lebih mengetahui, mempelajari dan mengapresiasi karya-karya musik yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...