hut

Belum Lama Dibersihkan, Sampah Kembali Penuhi Sungai

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sampah kembali menumpuk di terusan sungai atau kali Pengasinan RT 11, RW 15, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Padahal, sebelumnya, tim Katak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan UPT LH wilayah II Kabupaten Bekasi, Selasa (22/1/2019), sudah mengangkat untuk membersihkan kali tersebut.

“Kemarin melalui kegiatan K3 Tim Katak Dinas LH Kota Bekasi diperbantukan untuk mengangkat sampah yang menutupi aliran kali di Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi, “kata Agung, Kasi Pencemaran Lingkungan, DLH Kota Bekasi, kepada Cendana News, Rabu (23/1/2019).

Pantauan di lokasi, tumpukan sampah plastik menutupi aliran sungai yang memiliki hulu di Pengasinan Kota Bekasi. Sampah plastik itu seperti botol air mineral, bungkusan nasi dan sebagainya, hingga menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar lokasi. Sampah menumpuk di jembatan menuju Perumahan Jatimulya.

Lurah Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Charles Mardianus, mengakui, pembersihan dilaksanakan atas permintaan warga setempat yang sudah lama mengadukan terkait sampah yang menumpuk dan menutupi aliran sungai pengasinan yang melintasi Jatimulya.

Lurah Jatimulya, Charles Mardianus – Foto: Muhammad Amin

“Pengangkatan sampah kelurahan melibatkan DLH Kota Bekasi, sesuai perjanjian sebelumnya. Sebelum saya di tugaskan di Kelurahan Jatimulya. Perjanjian soal pengangkutan sampah itu sudah ada sejak tahun 2016,” kata Charles.

Teknis pengangkatan sampah tersebut, pihak DLH Kota Bekasi dengan tim katak. Melakukan pengangkatan sampah dari dalam kali, sedangkan DLH kabupaten menyiapkan truk angkutan sampah.

Meski sudah sempat bersih dan sekarang kembali dipenuhi sampah plastik, Lurah Jatimulya mengaku, tidak menyalahkan siapa pun.

Menurutnya, wilayah Jatimulya posisinya berada di perbatasan, dan sampah itu bisa saja dari warga Kota Bekasi atau pun kabupaten. Charles juga mengaku, tidak mengetahui secara pasti jumlah titik sampah di Kelurahan Jatimulya dengan alasan baru ditugaskan tiga bulan di wilayah tersebut.

Begitu pun berapa kali angkutan truk sampah mengangkut sampah warga, lurah juga tidak memahami.

“Saya ditugaskan baru tiga bulan jadi belum tahu secara detil, yang saya pahami bahwa ada notulen perjanjian kerja sama antarkota dengan lurah sebelumnya,” pungkasnya, tidak bisa menyampaikan langkah selanjutnya dengan tumpukan sampah yang kembali menutupi aliran Kali Pengasinan di kompleks pemukiman warga di Kelurahan Jatimulya.

Sementara itu, Camat Tambun Selatan, Iman SM, terpisah, mengatakan, terkait sampah di wilayah perbatasan terutama di Jatimulya, akan ada audiensi dengan DLH Kota Bekasi guna membahas soal sampah di perbatasan.

Camat Tambun Selatan, Iman SM – Foto: Muhammad Amin

“Audiensi dimaksud ke depan tidak saling mengandalkan, sehingga dicari teknis terbaiknya bagaimana,” ujar Iman.

Dia mengakui terkait sampah, sebelumnya sudah ada perjanjian, tetapi ini akan ada pertemuan lagi untuk membicarakan lebih lanjut. Iman menginginkan soal pengelolaan sampah di perbatasan harus ada pemasangan ram atau sejenis jaring.

“Terpenting saling menguntungkan keduanya, jangan saling menyalahkan,” tukasnya.

Dikonfirmasi soal jumlah unit truk sampah yang dioperasikan di wilayah Tambun Selatan untuk mengangkut sampah warga, Iman mengaku, tidak mengetahui secara detil. Dia mengarahkan konfirmasi langsung kepada UPT DLH sebagai mitra kerja.

“Berharap UPTD DLH Tambun, tingkat responnya tinggi, karena cakupan wilayah yang luas, jumlah sampah yang banyak,” pungkasnya.

Lihat juga...