Berawal dari Hobi, Berujung Bisnis Menggiurkan

Editor: Satmoko Budi Santoso

829

PURWOKERTO – Hobi memasak Novi Rusanti (39), ternyata berujung pada bisnis yang menggiurkan. Nasi Tenong Sega Liwet hasil kreasinya menjadi kegemaran dari kalangan pejabat, perkantoran hingga perkumpulan arisan.

Tak hanya cita rasa khas yang nikmat, tetapi juga kemasan yang unik dan jarang dijumpai, membuat Novi kebanjiran pesanan.

ʺSaya menerima pesanan paling banyak 30 tenong setiap hari, di luar itu kita sudah tidak sanggup. Apalagi untuk pesanan yang mendadak, terpaksa kita tolak. Kita hanya menerima pesanan paling tidak H-2 sebelum acara,ʺ tutur ibu dua anak ini.

Bisnis tenong sega liwet Mbak Novi, sapaannya, berawal dari hobinya memasak. Masakannya sangat digemari oleh teman dan saudara-saudaranya. Saat ada acara reuni atau arisan, Novi selalu memasak untuk sajian hidangan. Akhirnya beberapa teman dan saudara mulai memesan masakannya.

Novi Rusanti – Foto: Hermiana E Effendi

Pesanan pertama untuk perkumpulan arisan. Kalau soal rasa masakan tidak perlu diragukan. Namun, Novi ingin memberikan tampilan yang berbeda. Ia pun berdiskusi panjang dengan suaminya, Saladin Ayubi.

Hingga akhirnya dipilih kemasan tenong. Seluruh jenis lauk ditaruh dalam tenong yang dilapisi daun pisang. Di bagian bawah diberi kuali dari tanah liat atau cemplon. Untuk nasi liwet ditaruh terpisah dalam ketel.

ʺKita diskusi cukup lama untuk menentukan kemasan masakan, hingga akhirnya dipilih nasi tenong. Karena kemasan ini sudah sangat jarang dijumpai. Untuk nasi, sambal dan lalapan serta peyek kacang ditempatkan dalam wadah terpisah,ʺ jelas Novi.

Kemasan masakan yang out of the box ini diikuti dengan suguhan menu yang juga istimewa. Menu khas dari nasi tenong adalah pecak jantung pisang, oseng mie tayel, oseng tempe dan oseng gesek atau ikan asin.

Oseng pilihan lainnya yaitu oseng kikil lombok hijau dan petai. Untuk lauknya disediakan banyak pilihan, mulai dari ayam goreng serundeng, pecak ikan gurameh, pecak ikan mujair, pecak ikan melem, hingga serundeng paru dan cumi. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp29 ribu per porsi hingga Rp52 ribu per porsi. Satu paket nasi tenong bisa dinikmati untuk 10-15 orang.

ʺUntuk menyiapkan tenongnya saja, butuh waktu satu jam lebih. Karena harus merangkai daun pisang memutari tenong, sampai tertutup semua. Setelah itu membuat pincuk-pincuk ukuran besar sebagai tempat lauk. Daun pisang dipilih dari daun pisang kepok, karena lebih lebar dan kuat, tidak mudah sobek,ʺ terangnya.

Bisnis yang baru dirintis satu tahun ini, sudah dikenal luas di Banyumas. Padahal promosi yang dilakukan hanya melalui media sosial.

Kelebihan lain dari nasi tenong adalah, konsumen tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan perlengkapan makan, sebab sudah disediakan piring lidi yang dilengkapi alas daun pisang. Sekaligus diantar sampai lokasi. Hobi memasak Novi pun berujung pada pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.

Baca Juga
Lihat juga...