Bibit Durian ‘Semenguk Sakti’ Dibagikan ke Petani OKU

241
Ilustrasi durian lokal - Foto: Dokumentasi CDN

BATURAJA — Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akan membagikan bibit durian “semenguk sakti” kepada petani di wilayah itu untuk dibudidayakan agar berkembang mengingat jenis buah tersebut saat ini sulit didapat.

“Total bibit buah ada sebanyak 750 batang. Namun 150 batang sudah kami serahkan untuk bantuan ke Kebun Raya Universitas Sriwijaya dan 600 batangnya lagi akan dibagikan ke petani untuk dikembangkan,” kata Kepala Dinas Pertanian Ogan Komering Ulu (OKU), Joni Saihu usai pelaksanaan Launching Durian Unggul Semenguk Sakti dan serah terima aset Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Baturaja, Senin (7/1/2019).

Dia mengemukakan, ratusan bibit buah durian jenis ini diperoleh pihaknya dengan cara pembibitan sistem grabting atau sistem sambung yang dilakukan sejak 2018.

“Mengingat keberadaan durian semenguk sakti saat ini mulai langka didapat kami melakukan pembibitan agar dapat dikembangkan oleh petani di lahan masing-masing,” katanya.

Dia berharap dengan pengembangan ini durian jenis semenguk sakti tersebut bisa berkembang agar dapat dikonsumsi masyarakat ataupun dijual guna menambah penghasilan.

Dia menjelaskan, jenis durian semenguk sakti ini selain buahnya besar dan memiliki rasa manis dengan aroma yang segar, daging pada buah tersebut juga tebal serta bijinya kecil.

“Untuk sementara baru bibit yang kami berikan kepada petani. Sedangkan lahannya belum ada sehingga dalam menggembangkannya dilakukan di lahan mereka masing-masing. Dalam waktu tiga tahun buah ini sudah berbuah,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ulu, Kuryana Azis, mengaku menginstruksikan dinas terkait agar durian semenguk sakti ini dikembangkan dengan membagikan bibitnya kepada petani di wilayah itu.

“Hal tersebut dilakukan agar jenis buah durian ini tidak langka didapat,” katanya.

Menurut dia, durian semenguk sakti merupakan buah kebanggaan Kabupaten Ogan Komering Ulu dan sudah diakui kualitasnya yang dibuktikan pernah menjuarai ajang kontes tingkat nasional pada tahun lalu.

“Saat ini hanya tersisa satu batang di Ogan Komering Ulu. Ini produk asli daerah dan sudah dipatenkan sehingga harus dikembangkan,” ujarnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...