BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Laut Maluku

Ilustrasi- Dok CDN

AMBON – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengimbau masyarakat pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi laut Maluku yang berpeluang mencapai 4 meter.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, mengatakan, peringatan dini itu hendaknya dipatuhi masyarakat pesisir, terutama para nelayan tradisional.

Pertimbangannya, pola angin di Utara Indonesia umumnya dari arah Utara – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 25 knot.

Sedangkan di Selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 20 knot.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut. Karena itu, harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot, dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter), dan kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter).

Kemudian, kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

“Jadi, dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” ujar Ot, Minggu (13/1/2019).

Dia mengemukakan, imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

“Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi, bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan,” tandas Ot. (Ant)

Lihat juga...