BNN Bali Tangkap Dua Anggota Sindikat Narkoba Lapas Kerobokan

Ilustrasi - Ganja siap edar -Dok: CDN

DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, menangkap dua anggota sindikat narkoba Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. Keduanya yaitu, Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono, dengan barang bukti berupa lima paket ganja seberat lebih dari 25 kilogram.

“Kedua tersangka kami tangkap di tempat parkir jasa pengiriman barang di Sanur, Denpasar Selatan pada hari Minggu (6/1/2019) Pukul 21.00 WITA,” kata Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Putu Gede Swastawa, Rabu (9/1/2019).

Dari hasil penggeledahan petugas di dalam mobil putih dengan Nomor Polisi DK-1879-DK milik tersangka, petugas menemukan ganja di bagasi mobil dan kaki jok depan kiri mobil tersebut. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku diperintah seseorang berinisial RZ, yang saat ini berada di dalam Lapas Kerobokan. Tersangka tersebut masuk jaringan peredaran gelap di dalam lapas.

Swastawa menegaskan, ganja tersebut dikirim dari seseorang dari Medan menuju Bali untuk diedarkan di Pulau Dewata. Keduanya diperintahkan untuk mengambil ke jasa pengiriman barang oleh RZ, yang sudah ditahan di Lapas terkait kasus narkoba.

Untuk tindak lanjut pengungkapan kasus narkoba tersebut, BNN Bali akan melakukan lidik ke Lapas Kerobokan. BNN akan mencari pengendali narkoba di dalam lapas tersebut, agar bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, meski yang bersangkutan saat ini sudah menjadi tahanan. “Kedua tersangka ini ada yang menjadi pengguna, yakni Kurniawan Risdianto, namun juga sebagai kurir dan pengedar narkoba bersama rekannya Muh. Haryono,” ujarnya.

BNN Bali akan mengembangkan kasus tersebut, untuk mengetahui apakah barang narkoba jenis ganja itu akan diedarkan lagi, baik di luar Bali atau di Bali. Modus operandi yang digunakan jaringan narkoba ini sudah jelas mengirim barang melalui jasa paket pengiriman barang. Pihak ketiga ternyata lebih kooperatif kepada BNN Bali, dengan menginformasikan kepada petugas bahwa ada pengiriman narkoba.

“Kedua tersangka ini belum pernah ditahan karena kasus narkoba dan paket narkoba ini dikirim kepada keduanya dengan menggunakan alamat fiktif,” ujarnya.

Akibat perbuatanya, kedua tersangka, dikenakan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 111 Ayat 2, Undang-undang No.35/2009, tentang narkoba dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Dari penyitaan barang bukti 25 kilogram ini petugas berhasil memyelamatkan 2.500 orang pemuda di Bali,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...