BPS: Nilai Impor di Sumut Naik 25,11 Persen

343
Ilustrasi - Dok: CDN

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Sumatra Utara pada periode Januari-November 2018 mengalami kenaikan 25,11 persen, dibandingkan periode sama 2017.

“Kenaikan impor ini didorong peningkatan berbagai jenis barang, khususnya bahan baku penolong,” ujar Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, di Medan, Sabtu (12/1/2019).

Menurut dia, pada periode Januari-November 2017, total nilai impor Sumut masih 4,146 miliar dolar AS, namun pada periode sama 2018 menjadi 5,187 miliar dolar AS.

Syech juga menyebutkan, pada 2018 semua kelompok barang impor mengalami kenaikan.

Barang modal naik 18,58 persen menjadi 723,426 juta dolar AS, kemudian bahan baku penolong juga naik 23,37 persen menjadi 3,953 miliar dolar AS.

Serta, barang konsumsi naik cukup signifikan, yakni 53,85 persen menjadi 510,684 juta dolar AS.

“Masih lebih banyaknya impor berupa bahan baku penolong itu menggembirakan, karena menunjukkan industri di Sumut masih bergerak,” uajr Syech.

Sementara itu, pengamat ekonomi, Wahyu Ario Pratomo, mengingatkan kenaikan nilai impor bisa membahayakan. Apalagi, ditambah nilai ekspor juga turun.

“Impor harus dijaga, agar jangan sampai melebihi ekspor yang terus turun tinggal sekitar tujuh miliar dolar AS,” katanya.

Menurut dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu, impor yang harus ditekan adalah barang konsumsi. Bahkan, lanjutnya, kalau memungkinkan, bahan baku penolong juga dikurangi dengan cara memakai buatan dalam negeri. “Ketergantungan impor ini harusnya semakin dikurangi,” ujar Wahyu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...