Bulog NTT Targetkan Serap 20 Ton Bawang Petani

223
Bawang merah, ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menargetkan menyerap 20 ton bawang merah dan bawang putih produksi petani setempat. 

“Target ini terdiri atas bawang merah sebanyak 10 ton dan bawang putih 10 ton,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Divre NTT, Alex Malelak, Senin (14/1/2019).

Target penyerapan bawang 20 ton tersebut, untuk tahap pertama akan diupayakan antara Januari hingga Juni 2019. Penyerapan bawang selanjutnya, mengandalkan hasil produksi di sejumlah daerah potensial, seperti Pulau Semau di Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Malaka. Di 2018, Alex menyebut, bawang yang dibeli Bulog NTT terdiri dari 5,8 ton bawang merah dan 8,8 ton bawang putih.

Penyerapan bawang dari petani lokal di NTT, masih didominasi bawang merah, karena produksi bawang putih yang relatif masih sangat kecil. “Karena itu, untuk bawang putih ini pembeliannya kami koordinasi dengan distributor di Kota Kupang yang mendatangkannya dari Surabaya,” katanya.

Meskipun target penyerapan bawang di 2019 lebih banyak dari capaian tahun sebelumnya, hal tersebut, sangat tergantung dari kemampuan produksi petani lokal. Bulog NTT memastikan, siap membeli bawang yang dihasilkan petani di provinsi berbasiskan kepulauan tersebut.

Hal itu, untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga di tingkat masyarakat. “Kami berharap, produksi terutama bawang putih bisa lebih ditingkatkan, karena sejauh ini hasilnya masih sedikit sehingga mengandalkan pasokan dari luar,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...