Bupati Pesisir Selatan Imbau Gunakan Dana Desa Tepat Sasaran

Editor: Satmoko Budi Santoso

234

PESISIR SELATAN – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengingatkan kepada wali nagari agar bisa mempergunakan anggaran Dana Desa untuk pembangunan nagari dan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menyatakan dengan anggaran desa atau nagari saat ini yang cukup besar digelontorkan oleh pemerintah pusat ke bawah, harus benar-benar tepat sasaran dalam penggunaannya. Untuk itu, wali nagari dituntut bisa mempertangungjawabkan anggaran yang telah dipakai, dan disampaikan kepada masyarakat. Termasuk kepada pihak Badan Musyawarah nagari.

“Kita minta wali nagari di 182 nagari bisa transparan dan terbuka dalam penggunaan anggaran desa ini, jika tidak mau berurusan dengan hukum,” katanya, Senin (7/1/2019).

Hendrajoni juga meminta kepada setiap wali nagari haruslah memperhatikan, mana yang patut menjadi prioritas dan mana yang tidak. Memberikan dana nagari sesuai dengan keperluan yang telah disusun agar benar, ada dampaik positif di tengah masyarakat, dan pembangunan di nagari.

“Sampaikan setiap laporan penggunaan dana nagari ke kecamatan, Bamus dan masyarakat. Agar tidak ada permasalahan yang kemudian muncul,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap betul, kepada seluruh wali nagari berhati-hati serta cermat mempergunakan dana nagari. Jika dikelola secara profesional, transparan dan musyawarah, maka apa pun kegiatan serta pembangunan di suatu nagari akan berjalan lancar serta optimal. Demi kesejahteraan masyarakat di nagari tersebut.

Ia berkata, program yang bisa dilakukan untuk kepentingan masyarakat seperti Gerakan Masyarakat Sehat, Kawasan Rumah Pangan Lestari, Pengembangan Produk Unggulan Nagari, Bedah Rumah Tidak Layak Huni, Penanganan Gizi Buruk, Pemberian Makanan Tambahan Untuk TK dan PAUD.

Hendrajoni juga menyarankan kepada Wali Nagari untuk membuat program pelatihan UP2K, Pelatihan dan Bulan Bakti Dasawisma, PAUD dan BKMT, fasilitasi dan kerjasama antara Pendamping Profesional P3MD dengan TP PKK Kabupaten, Kecamatan, dan Nagari.

“Pada momen Musrenbang sangat penting untuk menformulasikan program dan kegiatan, baik tingkat nagari, kecamatan maupun perangkat daerah, untuk tahun 2019 ini,” katanya.

Menurutnya, saat seluruh program dan kegiatan dikerjakan dengan fokus dan tuntas, maka akan mendapatkan hasil yang nyata.

Ia menegaskan, juga tidak ingin ada kegiatan yang naik di jalan. Untuk itu, kepada Wali Nagari diharapkan dapat menampung segenap aspirasi yang berkembang di masyarakat pada berbagai bidang.

“Tentang Musrenbang itu bisa dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten. Agar saling berkoordinasi dan dalam pengerjaannya, memiliki satu pemikiran yang sama,” ucapnya.

Ia berkata, salah satu indikator keberhasilan dalam mengawal proses perencanaan akan terlihat dari seberapa banyak usulan yang dirumuskan pada Musrenbang yang tertampung dalam APBD. Maka, perlu fokus dalam menjalankan program-program tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, kini beberapa indikator makro pembangunan daerah juga memperlihatkan tren peningkatan yang berkesinambungan.

Indeks pembangunan manusia diharapkan terus meningkat, termasuk pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan diturunkan, dan rata-rata lama sekolah pada kurun waktu yang sama juga meningkat. Kemudian optimalisasi potensi pertanian, kelautan dan perikanan, juga pariwisata yang terus berlanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas BPMKB dan Pemberdayaan Perempuan, Hamdi, mengatakan, pada tahun 2019 ini telah mengucurkan anggaran dana desa sebesar Rp167 miliar, untuk nantinya dibagikan ke 182 nagari di 15 kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ia menjelaskan, untuk penyerahaan besaran dana desa untuk 182 nagari sedang dalam penyusunan anggaran. Dalam menentukan besaran dana desa ini ada beberapa indikator, seperti jumlah penduduk, desa pembangunan, jumlah keluarga miskin dan indikator lainnya yang telah diatur dalam ketentuan.

Begitu juga untuk mempersiapkan tenaga teknis BPMKB Pesisir Selatan sedang mengutus pelatihan ke Kementerian PDT, sebelum dilakukan pembagian anggaran dana desa.

“Dana Desa sudah siap, tinggal menunggu penyusunan besaran dana desa untuk nagari-nagari,” kata Hamdi.

Hamdi mengimbau kepada wali nagari penerima bantuan dana nagari bisa jelas melaporkan penggunaan dana nagari. Baik melalui spanduk dan baliho ataupun melalui media massa. Pampang di nagari agar masyarakat tahu tentang anggaran yang dipakai di nagarinya.

Baca Juga
Lihat juga...