Cegah Peredaran Kosmetik Ilegal, BPOM Gencarkan Patroli Siber

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Guna mencegah peredaran kosmetik ilegal melalui daring, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI melakukan patroli bersama unit kejahatan siber.

Apabila konsumen menemukan produk obat, makanan dan kosmetika yang terindikasi mengandung bahan berbahaya  juga dapat melaporkannya, karena Badan POM RI mempunyai divisi penindakan.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Badan Pengawas Obat dan makanan (POM) RI, Penny Lukito, di sela kegiatan Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial, di Balikpapan, Kamis (17/1/2019).

“Pada divisi penindakan ada unsur Kepolisian, Badan Intelijen Negara hingga Kejaksaan Agung yang bisa menindak berbagai kejahatan terhadap konsumen. Dan untuk perdagangan daring, kami punya unit tersendiri yang selalu melakukan patroli bersama unit kejahatan siber,” jelas Penny Lukito.

Ia menuturkan, banyak kosmetika ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang dikomersialkan dengan tawaran yang menggiurkan. Dalam hal ini kaum milenial terutama kalangan remaja menjadi mudah membeli.

“Kaum milenial menjadi terbuai dan akhirnya membeli khususnya kalangan remaja. Padahal, produk-produk kosmetik itu belum melalui evaluasi kami di Badan POM,” katanya.

Badan POM RI melakukan test post termasuk memberikan mediasi dan penindakan berupa sanksi bagi pelaku peredaran kosmetik ilegal dan berbahaya. “Semua produk yang diperdagangkan melalui daring harus sama dengan yang konvensional. Harus teregistrasi di kami,” tandasnya.

Selain itu, Badan POM RI juga bekerja sama dengan asosiasi jasa kurir atau ekspedisi yang hasilnya beberapa kali ditemukan kasus besar produk ilegal termasuk kosmetika. “Ada 9 kasus besar pada tahun lalu yang terungkap di Indonesia,” sebut Penny Lukito.

Untuk mencegah produk ilegal maka ke depan Badan POM RI akan bekerja sama dengan pelaku e-commerce yang memberikan jasa jual beli produk secara daring. Lanjutnya, agar produk-produk yang diperdagangkan di dunia maya harus mendapatkan izin edar.

Screening pertama di situ dan segera kami tindaklanjuti. Kami juga ada program khusus untuk para endorser agar produk yang dikenalkan itu benar-benar aman dan berkualitas,” tutup Penny Lukito.

Lihat juga...