CFD di Banda Aceh Hidupkan UMKM

Ilustrasi -Dok: CDN

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyatakan car free day atau CFD yang digelar setiap hari minggu merupakan ajang menghidupkan pedagang usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.

“Saya mengapresiasi pedagang UMKM yang memenuhi sepanjang area CFD ini setiap minggunya. Ini menunjukkan CFD menjadi ajang menghidupkan UMKM,” kata Aminullah Usman, di Banda Aceh, Minggu (6/1/2019).

CFD dipusatkan di Jalan Tgk Daud Beureueh, Kota Banda Aceh. Jalan protokol di ibu kota Provinsi Aceh tersebut, hampir setahun menjadi CFD setiap hari minggu.

Wali Kota menyebutkan, arena CFD tersebut tidak hanya untuk aktivitas masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi lokasi pedagang UMKM menjajakan produknya.

“Semoga ke depan CFD terus berlanjut, sehingga dapat menghidupkan UMKM di Banda Aceh. Dengan demikian, upaya menurunkan kemiskinan dan pengangguran bisa tercapai,” kata dia.

Kepada masyarakat yang meramaikan CFD, Wali Kota mengajak untuk menjaga kebersihan dan keindahan Kota Banda Aceh. Serta membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

Apalagi, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah menerapkan peraturan daerah atau Qanun Nomor 1 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah. Setiap orang atau badang dilarang membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Sanksinya, bisa pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimum Rp10 juta. Ini dilakukan agar Kota Banda Aceh senantiasa bersih, warga nyaman dan wisatawan semakin ramai,” kata Aminullah Usman. (Ant)

Lihat juga...