Cilacap Zona Merah Bencana

Editor: Koko Triarko

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto

CILACAP – Kabupaten Cilacap di Provinsi Jawa Tengah, termasuk kategori kabupaten paling rawan terhadap bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting-beliung, gempa dan tsunami. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, memetakan ada 48 desa yang rawan gempa dan tsunami.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto, menyatakan, 48 desa yang rawan gempa dan tsunami tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain di Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Jeruklegi, Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, Patimuan, Kampung Laut, Kawunganten dan lainnya.

ʺAncaman bencana gempa dan tsunami ini hampir di semua wilayah, karena Cilacap termasuk dalam zona merah bencana,ʺ kata Tri Komara, Sabtu (12/1/2019).

Melihat kondisi tersebut, sambungnya, maka harus dilakukan berbagai upaya untuk pengurangan risiko bencana. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Pemkab Cilacap.

Menurut Tri Komara, masyarakat juga harus dipersiapkan supaya memiliki respons yang cepat dan efektif terhadap bencana, sehingga bisa meminimalkan korban.

ʺKita mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan masyarakat, supaya memiliki respons yang cepat terhadap bencana. Minimal mereka harus bisa menyelamatkan diri sendiri, melakukan evakuasi secara mandiri dan terbangun pola pikir positif, untuk bisa menyelamatkan diri dari bencana,ʺ terangnya.

Lebih lanjut, Tri Komara menjelaskan, mitigasi menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan kesiapan menghadapi bencana, baik kegiatan mitigasi bencana maupun prabencana.

Sosialisasi juga harus terus dilakukan, serta pembangunan sarana dan prasarana pengurangan risiko bencana, seperti talud, bukit terbuka hijau dan lainnya.

ʺSupaya masyarakat memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, kita juga harus menggelar simulasi,ʺ jelasnya.

Hanya saja, lanjut Tri Komara, anggaran BPBD Kabupaten Cilacap tahun ini hanya Rp6,9 miliar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan, termasuk mitigasi bencana dan rehabilitasi pascabencana.

Anggaran khusus untuk mitigasi bencana sendiri tidak sampai Rp1 miliar, dan dialokasikan untuk 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap.

ʺSebenarnya, kita sudah mengajukan anggaran untuk pembangunan sarpras, seperti tanggul hijau di pesisir pantai selatan, ke pemerintah pusat. Kita mengajukan Rp40 miliar, tetapi sampai saat ini belum ada realisasi,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...