hut

Cilongok, Desa Mandiri Lestari Pertama di Banyumas

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menjadi Desa Mandiri Lestari pertama di Kabupaten Banyumas. Pencanangan Desa Mandiri Lestari tersebut, dilakukan langsung Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, Kamis (10//1/2019).

Pada kesempatan tersebut, Subiakto juga mengunjungi langsung Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga, yang mendapatkan bantuan rehab rumah dan modal usaha. Saat mengunjungi rumah milik Muji, warga Cilongok yang berprofesi sebagai tukang servis televisi, Subiakto mengatakan, pihak yayasan akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. Yang mendesak dilakukan adalah, perbaikan lantai rumah dan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Setelah itu, juga akan diberikan bantuan modal usaha. ʺAda tiga rumah sebagai sampel yang kita kunjungi, Kamis (10/1/2019) ini, kondisinya sama, lantai masih tanah dan memang jauh dari kriteria sehat, sebab ada ayam berkeliaran bebas di dalam rumah. Ini perlu kita bantu, supaya menjadi rumah yang sehat dan layak huni. Tetapi tidak hanya itu, kita juga memberikan bantuan modal, supaya mereka bisa hidup mandiri dan sejahtera, semua bantuan ini dari Yayasan Damandiri yang didirikan oleh Pak Soeharto, jadi meskipun beliau sudah tidak ada, namun tekadnya untuk membantu warga tidak mampu, kita teruskan melalui yayasan ini,ʺ tutur Subiakto, Kamis (10/1/2019).

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya mengunjungi rumah warga tidak mampu yang akan mendapat bantuan dari yayasan. (FOTO : Hermiana E Ef)

Lebih lanjut Subiakto menjelaskan, bangsa ini masih mempunyai banyak tantangan. Antara lain, jumlah warga miskin yang masih mencapai 40 persen. Sebagai yayasan yang sejak awal berkomitmen membantu masyarakat miskin, Yayasan Damandiri, mencoba untuk membangun kemandirian masyarakat. ʺOrang tidak hanya ingin sejahtera, tetapi juga ingin mandiri, sebab manusia mempunyai martabat. Tidak mungkin selamanya sejahtera tetapi dengan cara menadahkan tangan terus-menerus,ʺ tandasnya.

Yayasan Damandiri, mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat. Hal itu dilakukan dengan mensuport modal. Namun bantuan diberikan dengan syarat, harus menjadi anggota koperasi, karena koperasi adalah, bentuk konkrit empati terhadap warga miskin. Usaha kecil tidak akan pernah maju, tanpa campur tangan koperasi. Keberadaanya, akan tergerus oleh persaingan produk luar yang membanjiri negeri ini.

Hanya saja, koperasi saat ini seperti kehilangan ruhnya. Tidak ada persatuan dan kehilangan perannya sebagai saka guru perekonomian ataupun pilar ekonomi kerakyatan. Kalau toh ada koperasi yang maju, hanya maju secara personal satu-dua, sehingga tidak menjadikan ekonomi kuat. ʺKoperasi kita mengalami kemunduran, karena tidak adanya persatuan. Padahal potensi sangat banyak, aset seluruh koperasi di Indonesia mencapai Rp 30 triliun, tetapi tidak mampu menopang perekonomian bangsa, karena tidak adanya persatuan,ʺ tutur mantan Menteri Koperasi di era Presiden Soeharto tersebut.

Kades Cilongok, Fatah Hidayat – Foto Hermiana E Ef

Kepala Desa Cilongok, Fatah Hidayat, yang mendampingi kunjungan dari Yayasan Damandiri mengatakan, dari 3.000-an warga Desa Cilongok, 40 persen masih termasuk kategori miskin. Mereka memiliki rumah yang tidak layak huni. Kondisi rumah tidak layak huni di perkotaan, relatif lebih baik dari pada di daerah para penderes. ʺKita berterima kasih sekali dengan adanya bantuan dari Yayasan Damandiri, sebab warga miskin kita masih 40 persen. Sebenarnya setiap tahun rumah yang mendapat bantuan untuk diperbaiki dari pemerintah ada 4-5 rumah, tetapi setiap tahun juga ada rumah rusak baru,ʺ ungkapnya.

Fatah menyebut, pihaknya siap untuk berbenah diri, menjadi Desa Mandiri Lestari. Pertama yang dilakukan adalah menghidupkan koperasi di tengah masyarakat, supaya semua warga menjadi anggota koperasi dan sejahtera bersama.

Lihat juga...