Cugenang Panen Perdana Padi Pandawangi

272
Ilustrasi padi siap panen - DOK CDN

CIANJUR – Pememerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar panen perdana padi Pandanwangi, Minggu (27/1/2019). Panen dilakukan di Kecamatan Cugenang, yang produksinya tercatat memuaskan. Produksi padi tersebut, diharapkan terus meningkat dengan luas tanam yang bertambah.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, didampingi Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura, Camat Cugenang dan unsur muspida lainnya, melakukan panen perdana tersebut, bersama petani di Cianjur, Minggu (27/1/2019). “Ini panen pertama lahan di Kecamatan Cugenang, dari lahan seluas 2.000 meter yang diuji coba untuk ditanam padi Pandanwangi, hasilnya cukup memuaskan,” kata Herman, usai panen.

Panen tersebut menjadi penting bagi dinas, karena ditanam di luar daerah yang seharusnya di Kecamatan Warungkondang. Biasanya padi Pandanwangi, hanya bisa ditanam di beberapa wilayah. “Pola tanamnya tidak menggunakan bahan kimia atau secara organik, dari satu hektare lahan dapat menghasilkan beras 6,5 ton. Ini hasil yang luar biasa, untuk organik bisa sampai 6,5 ton, biasanya lebih rendah kalau ditanam di daerah yang tidak biasa,” jelasnya.

Herman menyebut, hasil tersebut akan menjadi pemicu dinas pertanian, agar lebih meningkatkan produksi beras Pandanwangi. Termasuk melakukan uji coba di sejumlah kecamatan, sebagai upaya memaksimalkan potensi lahan Pandanwangi.

“Target tersebut butuh proses, meskipun ada 448 hektare lahan, namun petani tidak rutin menanam Pandanwangi dan memilih lebih sering menanam padi biasa yang cepat dipanen dan menghasilkan uang,” katanya.

Luas lahan di Kecamatan Cugenang, akan diupayakan untuk ditambah ujicobanya ditujuh kecamatan. Akan dimaksimalkan, meskipun butuh proses, termasuk harus membina petani. “Melihat dari segi nilai lebih tinggi dari pada beras biasa, meskipun masa tanamnya lebih lama. Harapan kami petani di tujuh kecamatan akan menanam Pandanwangi secara berkesinambungan,” katanya.

Petani di Kecamatan Cugenang, Iim, mengatakan, meskipun hasil panen Pandanwangi cukup menjanjikan. Lamanya masa tanam, membuat petani lebih memilih menanam padi jenis biasa, yang dapat dipanen setahun tiga sampai empat kali.

“Untuk kedepan, kami berupaya tetap berkesinambungan menanam Pandawangi karena hasilnya lebih menjanjikan, meskipun masa tanam sampai ke panen cukup lama dan hanya bisa dua kali dalam setahun,” kata Iim. (Ant)

Lihat juga...