Curug Nangga, Pesona Wisata Tersembunyi di Banyumas

Editor: Koko Triarko

593

BANYUMAS – Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, di ujung barat Kabupaten Banyumas, menyimpan pesona wisata luar biasa. Bahkan, tak kalah dengan pancuran 7 Baturaden yang menjadi ikon Banyumas. Pesona wisata tersebut adalah curug bertingkat atau berlapis tujuh, yang disebut Curug Nangga.

Namun, akses jalan menuju curug tersebut tidaklah mudah. Selain jalanan sempit dan berkelok, kondisi jalan juga banyak yang rusak. Alhasil, untuk bus-bus wisata tidak bisa sampai ke lokasi. Sementara angkutan pedesaan juga tidak menjangkau daerah tersebut.

Kades Petahunan, Rahmat Fadli (kaos biru), bersama Camat Pekuncen, Amrin Maʼruf, melihat kondisi sekitar Curug Nangga. -Foto: Hermiana E.Effendi

“Tidak ada angkutan pedesaan, yang ada hanya ojek dan angkutan bak terbuka yang membawa anak-anak sekolah dan pedagang pada jam-jam tertentu saja. Itulah yang menjadi salah satu kendala bagi wisatawan. Saya sudah koordinasi dengan Pak Camat Pekuncen untuk mencari solusi bersama,” tutur Kades Petahunan, Rahmat Fadli, Minggu (13/1/2019).

Curug Nangga mulai dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan sejak 2015, melalui media sosial. Banyaknya pengunjung pada waktu itu, membuat pihak desa mulai berbenah, sarana jalan mulai dirapikan dan petunjuk tentang keberadaan curug ini mulai dipampang di pinggir jalan.

Curug ini terletak di desa pinggiran, jarak dari Kota Purwokerto sekitar 30 kilometer lebih, dan untuk mencapai Desa Petahunan masih harus melalui jalan desa yang menanjak, berkelok dan sempit.

Curug Nangga mempunyai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, dengan letak geografis perbukitan berlatar belakang hutan dan persawahan.

Curug bertingkat 7, membuat curug ini berbeda dengan curug-curug lainnya. Ketinggian setiap curug sekitar 5-10 meter, dan pada curug tingkat ke lima dari atas, terdapat kolam besar.

Untuk masuk ke lokasi Curug Nangga, pengunjung dikenakan tiket Rp10 ribu per orang.  Lokasi parkir kendaraan pribadi atau pun sepeda motor masih berada di halaman rumah warga, karena curug belum memiliki area parkir sendiri.

ʺLahan parkir untuk pengunjung ini juga sedang kita koordinasikan, karena parkir kendaraan selama ini masih berada di halaman rumah warga. Setelah parkir, jalan menuju lokasi curug yang ditempuh dengan berjalan kaki sudah bagus, desa dengan dibantu Pemkab Banyumas sudah memperbaiki akses jalan dengan batu dan berlapis, sehingga tidak licin,ʺ terang Kades.

Camat Pekuncen, Amrin Maʼruf, mengatakan, masyarakat Desa Petahunan sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan menderes pohon kelapa, dan mengolah nira menjadi gula kristal.

Kurang lebih ada 500 kepala keluarga yang sehari-hari menderes. Dan, geliat kehidupan desa tersebut mengalami perubahan saat Curug Nangga mulai dikenal wisatawan.

Beberapa warga desa mulai membuka warung-warung kecil di sepanjang jalan menuju curug, dengan menjual minuman serta makanan, seperti mendoan, pecel dan lain-lain.

Baca Juga
Lihat juga...