Daop 5 Purwokerto Pantau Lintasan KA Rawan Bencana

Editor: Koko Triarko

504

PURWOKERTO – Banjir dan longsor yang mulai banyak terjadi di beberapa wilayah, membuat PT KAI Daop 5 Purwokerto, meningkatkan kesiapsiagaan. Sebanyak 11 titik rawan longsor dan rawan banjir serta ambles di wilayah Daop 5m dipantau lebih intensif. Selain itu, juga disiapkan alat material untuk siaga (AMUS) pada 20 titik yang telah ditentukan, di antaranya di wilayah yang rawan longsor dan banjir.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengecekan rutin terhadap daerah-daerah rawan tersebut, dengan mengintensifkan petugas pemeriksa jalur kereta api (KA), serta menempatkan petugas pemantau.

Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto -Foto: Hermiana E Effendi

“Sampai saat ini, jalur KA masih aman, belum ada yang longsor atau pun terendam banjir. Petugas kita juga rutin melakukan pengecekan dan pembersihan saluran air, tebing, serta pemantauan aliran-aliran sungai yang dilewati jalur KA,” jelas Supriyanto, Jumat (25/1/2019).

Sementara itu, dari pemetaan Daop 5, wilayah yang termasuk dalam titik rawan longsor, yaitu antara Stasiun Kawunganten – Jaruklegi, antara Stasiun Jeruklegi – Lebeng,  antara Stasiun Tambak – Ijo, Stasiun Prupuk – Songgom, Stasiun Slawi –  Prupuk, Prupuk – Linggapura dan antara Stasiun Linggapura – Bumiayu.

Untuk wilayah yang rawan banjir, ada tiga lokasi, yaitu antara Stasiun Linggapura – Bumiayu, antara Stasiun Bumiayu – Kretek serta sungai-sungai di sepanjang jalur KA. Ditambah satu titik rawan ambles di antara Stasiun Banjar – Langen.

ʺUntuk AMUS, kita siapkan pada 20 titik, AMUS ini berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel  dan alat siaga lainnya. Kita tempatkan di lokasi yang mudah terjangkau, beserta tim flying gank (unit reaksi cepat),ʺ terangnya.

Supriyanto berharap, masyarakat di sepanjang jalur KA untuk bisa berperan aktif melaporkan kepada petugas terdekat, jika menemukan ada lokasi yang longsor, ambles atau pun terendam banjir.

Selain itu, pada musim penghujan ini, perlintasan sebidang KA menjadi licin, sehingga perlu  kehati-hatian pengguna kendaraan yang melintas, khususnya  pengendara sepeda motor.

ʺKita mengimbau kepada pengendara sepeda motor untuk berhati-hati, sebab jalan di perlintasan sebidang licin. Jangan tergesa-gesa saat melintasi perlintasan KA,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...