Defisit Air Bersih, PDAM Tirta Manggar Gali Tiga Sumur Baru

Editor: Satmoko Budi Santoso

190

BALIKPAPAN – Dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang merupakan BUMD milik Pemerintah Kota, akan melakukan penggalian sumur baru.

Penggalian sumur baru itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih, menyusul masih defisitnya air baku sebanyak 800 liter per detik.

Hingga kini, pelayanan air bersih PDAM Balikpapan baru mencapai 79 persen untuk warga Balikpapan. Pelayanan tersebut dipenuhi melalui Waduk Manggar dan beberapa sumur yang hanya memiliki kapasitas 1.200 liter per detik.

“Topografi kota Balikpapan salah satu sebab belum meratanya pelayanan air bersih untuk warga. Karena topografinya berbukit-bukit,” tutur Direktur Utama PDAM Tirta Manggar, Haidir Effendi, Jumat (11/1/2019).

Untuk itu, pada 2019, PDAM berencana membangun 3 sumur dalam.

Menurut Haidir,  penggalian sumur baru itu belum ditentukan lokasinya karena harus dilakukan observasi sebelum proses penggalian sumur di bawah tanah. Begitu pula dengan debit air yang keluar dari sumur.

“Saya pernah menantang kontraktor, siapa yang berani memastikan sumur yang mau digali, keluarnya air 100 liter. Tidak ada yang berani karena teknologi apa pun tidak bisa memastikan kapasitas air yang keluar dari galian,” ujar Haidir Effendi.

Disebutkannya, saat ini beberapa sumur dalam telah beroperasi seperti 7 sumur di Teritip, 8 sumur di Gunung Sari dan juga 2 sumur di Baru Ulu.

“Upaya untuk mencarikan solusi dalam penyediaan air bersih terus dilakukan seperti menambah jumlah sumur dalam,” katanya.

Selain kendala air baku, faktor lain yang dihadapi PDAM adalah pipa distribusi yang 70 persen berada di bawah jalan serta bangunan. Sehingga ketika terjadi kebocoran, bukan pipa saja yang diperbaiki, tapi juga mengembalikan bekas galian.

“Kendala yang kami hadapi itu, koordinasi dengan instansi terkait. Dilakukan misalnya dengan Dishub dan kepolisian. Karena jangan sampai pekerjaan galian untuk memperbaiki pipa, justru menimbulkan kemacetan lalu lintas,” tandasnya.

Haidir menambahkan, waduk Teritip yang telah selesai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2018, hingga kini belum beroperasi.

“Kami pesimistis bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk seluruh warga di 2019 ini,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...