Desa Langgongsari Terapkan Satu Rumah Satu Pohon Durian

Editor: Satmoko Budi Santoso

792

BANYUMAS – Keberanian Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menerapkan program satu rumah satu pohon durian patut diacungi jempol.

Pekarangan warga berubah menjadi lahan yang produktif. Dan setelah dua tahun berjalan, kini warga mulai memetik hasilnya.

ʺDari tukang tebas yang keliling, satu pohon durian warga ada yang ditawar Rp4 juta dengan buah durian sebanyak 46 biji. Ada juga yang sampai Rp5 juta. Dan ini sangat membantu ekonomi warga,ʺ kata Kepala Desa Langgongsari, Rasim, Senin (28/1/2019).

Program satu Kepala Keluarga (KK) satu pohon durian ini dicetuskan Rasim pada tahun 2016. Dengan mengalokasikan sebagian dana desa, untuk membeli 2.300 bibit durian.

Karena pembelian dalam jumlah besar, maka pengadaan bibit dilakukan dalam dua tahap. Penjual bibit durian di Kecamatan Kemranjen tidak mampu menyediakan bibit durian 2.300 sekaligus.

Menurut Rasim, sebenarnya total jumlah KK di Desa Langgongsari ada 2.500, namun yang memiliki pekarangan untuk menanam pohon durian hanya 2.300 rumah.

Kepala Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rasim, memaparkan tentang program satu rumah satu pohon, Senin (28/1/2019). Foto: Hermiana E. Effendi

Bibit pohon durian yang dibagikan kepada warga setinggi 1-2 meter, harganya Rp135 ribu per pohon. Bibit tersebut merupakan bibit durian Bawor dari Kecamatan Kemranjen, yang kualitasnya sudah teruji dan terbukti.

ʺBibit duriannya dipilih yang sudah setinggi 1-2 meter, karena sudah jadi dan tinggal membesarkan saja. Untuk pengadaan bibit dalam dua tahap, yaitu tahun 2016 dan 2017, karena jumlahnya sampai ribuan, sehingga penyedia bibit tidak sanggup menyediakan dalam satu tahap,ʺ jelasnya.

Setelah pohon durian berbuah, warga bebas untuk memanfaatkan buah durian tersebut. Ada yang memilih menjual per biji sendiri, ada juga yang dijual ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau memilih untuk dijual ke tukang tebas. Ada juga yang buahnya sebagian dikonsumsi sendiri.

Untuk mewujudkan program satu rumah satu pohon durian ini, ternyata tidaklah mudah. Rasim harus beradu argumen dengan pihak kecamatan yang meminta agar program tersebut dihentikan dengan alasan alokasi dana desa lebih baik digunakan untuk lainnya.

Namun, setelah mempelajari lebih lanjut dan ternyata penggunaan dana desa untuk pengadaan bibit durian bagi warga tidak bertentangan dengan aturan, maka Rasim bersikeras untuk tetap melanjutkan program tersebut.

Atas keyakinanya ini, berbagai apresiasi diperoleh Rasim, antara lain, ia diundang oleh bupati Banjarnegara untuk memaparkan program satu rumah satu pohon durian tersebut. Menurutnya, Kabupaten Banjarnegara akan meniru dengan menerapkan satu rumah tiga pohon durian.

ʺSetelah dua tahun berjalan, sekarang ribuan pohon durian bawor sudah tertanam di Desa Langgongsari. Bahkan di pinggir-pinggir jalan juga terdapat pohon durian dengan buah yang bergelantungan, ekonomi warga terangkat dan desa pun menjadi lebih hijau,ʺ pungkasnya.

 

 

Lihat juga...