Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Kembangkan Usaha Ternak Kambing

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Berbagai upaya terus dilakukan Desa Mandiri Lestari (DML) Kedungkandang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Termasuk melalui usaha ternak kambing yang akan segera direalisasikan.

Manajer Umum Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra, menyebutkan, pihaknya saat ini telah mengajukan proposal kepada Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui PT. Saudara terkait dengan usaha ternak kambing.

“Usaha ternak kambing atau penggemukan kambing ini nantinya akan memberdayakan masyarakat Kedungkandang. Terutama warga miskin dan tidak mampu atau Pra-Keluarga Sejahtera (Pra-KS), dan Keluarga Sejahtera Satu (KS 1),” ujarnya.

Disampaikan Rendra, nantinya, warga dari Pra-KS dan KS 1 akan merawat sekaligus menggemukkan kambing jenis domba selama tiga bulan hingga mencapai bobot yang telah ditentukan. Mulai dari bibit kambing hingga pakan sudah disediakan salah satu mitra yang ada di Tulungagung.

“Mitra kami ini sanggup membuat MoU perjanjian kerja sama dengan kita terkait penyediaan bibit serta pakan. Termasuk sanggup mengawasi dan memonitor kesehatan  kambing. Mereka juga sanggup membeli kembali kambingnya pada saat panen.

Oleh karena itu, peternak tidak perlu khawatir masalah pemasaran, karena mitra kami sudah siap menerima dan membeli berapa pun kambing yang dihasilkan. Bahkan, saya sempat ditantang, jangankan 100 kambing, 4 ribu ekor kambing akan siap mereka terima,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Rendra, satu ekor kambing seberat 17 kilogram beserta pakan, membutuhkan modal sekitar 980 ribu rupiah. Setelah dirawat selama 3 bulan, rata-rata berat kambing akan mencapai 39-40 kilogram.

“Per kilogram dihargai Rp40 ribu. Jadi kalau dikalikan 40 kilogram menjadi Rp1,6 juta. Berarti dari situ ada keuntungan Rp600 ribu selama 3 bulan,” terangnya.

Kalau misalnya satu kandang isinya 50 ekor kambing, berarti membutuhkan modal Rp50 juta,  nanti konsepnya melalui Tabur Puja Agrobisnis.

“Jadi 10 orang kita kumpulkan jadi satu kelompok untuk belajar bersama terkait pemeliharaan kambing dan kita pinjami mereka dana sebesar Rp5 juta. Nantinya kandang kambing tidak sendiri-sendiri di rumah mereka, tapi menjadi satu tempat di RW 3,” tandasnya.

Menurutnya, jika usaha kambing ini disetujui dan misalnya per orang keuntungannya mencapai angka tersebut, maka lebih baik keuntungannya jangan diberikan berupa uang semua. Mereka harus mempunyai tabungan di koperasi.

“Maksud kami, selama tiga bulan itu mereka harus menabung misalnya satu juta. Nantinya bisa digunakan untuk membeli satu kambing sebagai investasi mereka. Jadi, sebenarnya, kalau ingin menyejahterakan masyarakat, bisa melalui usaha kambing seperti ini,” pungkasnya.

Lihat juga...