Desa Mandiri Lestari Krambilsawit, Siapkan 50 Gerobak bagi Warga

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – KUD SHS Mandiri Krambilsawit dalam waktu dekat akan menggulirkan program bantuan gerobak mobile atau gerobak motor keliling bagi warga miskin di desanya.

Salah satu bagian program Desa Mandiri Lestari ini diharapkan akan mampu mendorong warga miskin untuk memulai usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.

Ketua KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Antono Putra, menyebut, Desa Mandiri Lestari Krambilsawit merupakan salah satu desa terpencil yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Wilayah Desa Krambilsawit yang cukup luas dengan kontur perbukitan, membuat warganya biasa berjualan secara keliling menggunakan sepeda motor.

“Di sini warga biasanya berjualan keliling dengan kendaraan bermotor. Sehingga mereka bisa berjualan dengan wilayah jangkauan yang lebih luas, seperti desa-desa sekitar. Karena itulah program gerobak motor ini kita buat. Agar warga yang belum memiliki usaha bisa memulai usaha,” katanya kepada Cendana News, belum lama ini.

Memanfaatkan dana bantuan dari Yayasan Damandiri, KUD SHS Mandiri Krambilsawit nantinya akan memberikan sebanyak 50 gerobak motor bagi warga. Prioritas penerima bantuan ini merupakan warga miskin yang masih menyandang status keluarga prasejahtera maupun sejahtera 1.

Selain diberikan bantuan gerobak motor, warga juga difasilitasi pinjaman modal usaha melalui unit simpan pinjam Tabur Puja.

“Program ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di Desa Krambilsawit. Sehingga angka kemiskinan semakin berkurang serta kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.

Salah seorang warga, Surono, asal Dusun Ngondel Wetan, Krambilsawit, mengaku, sangat mendukung program ini. Lelaki satu anak ini sudah menjadi pedagang bakso keliling dengan memanfaatkan gerobak motor sejak beberapa tahun terakhir.

Surono, asal Dusun Ngondel Wetan, Krambilsawit – Foto: Jatmika H Kusmargana

Ia mengaku menjual bakso dengan sistem mobile lebih menguntungkan dibandingkan jika hanya menetap.

“Kalau pakai motor kan bisa keliling. Cari pelanggan di desa-desa lain. Sehingga jualan juga lebih laris,” ujarnya yang mengaku mampu meraup omzet hingga Rp400 ribu per hari itu.

Surono sendiri sudah memanfaatkan dana pinjaman modal usaha dari Unit Simpan Pinjam Tabur Puja yang didirikan Yayasan Damandiri di desanya.

Ia mengaku mengajukan pinjaman modal sebesar Rp 2juta untuk tambahan modal dagangan bakso keliling. Ia menilai, pinjaman modal usaha lewat Tabur Puja jauh lebih mudah dan menguntungkan dibandingkan pinjaman dari lembaga keuangan lainnya.

“Kalau di bank itu kan harus ada jaminan. Tapi kalau Tabur Puja tidak. Tinggal pendataan saja bisa langsung cair. Bunganya juga ringan. Sedangkan proses pembayaran cicilan juga bisa dilakukan tiap bulan sekali. Jadi kita tidak merasa berat,” katanya.

Lihat juga...