hut

Desa Mas Ubud Bangun Kerja Sama dengan Desa Misato Jepang

Editor: Satmoko Budi Santoso

GIANYAR – Hubungan persahabatan antardua desa dari dua negara berbeda yang terjalin selama 25 tahun lamanya, kini dipererat lagi melalui kerja sama di berbagai bidang. Dituangkan dalam penandatanganan MoU antara Desa Mas Ubud dengan Desa Misato Cho Jepang di Wantilan Pura Taman Pule Mas, Ubud.

Perbekel Desa Mas Ubud, Wayan Gede Darma Yuda, mengatakan, dalam kerja sama ini, pihaknya berkeinginan menguntungkan kedua desa, khususnya di bidang usaha pertanian, pariwisata, tenaga kerja, seni budaya, dan lainnya.

Sebab, merunut pengalaman dia berkunjung ke Desa Misato, sangat luar biasa bersih, pemandangan indah, begitu juga penduduknya sangat ramah. Yang paling luar biasa tentu cara pengolahan sampah sangat sempurna, sehingga TPA di sana hampir tidak ada sampah berserakan.

”Kami sangat ingin meniru cara mereka,” ucap Darma Yuda, saat ditemui di Gianyar, Rabu (23/1/2019).

Ia berharap, dapat saling membantu, contohnya Desa Misato unggul di bidang pariwisata air panas, membutuhkan tenaga terapis atau pelatih spa, tari, dan tenaga pertanian. Maka, pihaknya siap mengirimkan tenaga profesional dari Desa Mas.

“Begitu juga sebaliknya, jika mereka hendak belajar tari, seni patung, tentu pihaknya akan menerima dan mengajarkan dengan senang hati,” tegasnya.

Kepala Desa Misoto Cho, Kado Takashi, menyampaikan rasa kagum terhadap kehidupan bermasyarakat di Bali, begitu juga keindahan alamnya. Khususnya di Desa Mas. Disampaikannya, saat ini sudah banyak orang saling mengunjungi antara Desa Mas dan Desa Misato, demi memperdalam pertukaran ilmu.

“Kami berharap ke depan, hubungan antara kedua desa bisa langgeng, dan dapat memberi kontribusi positif dalam perkembangan masing-masing negara. Kami kagum dengan pesona keindahan kebudayaan yang ada di Desa Mas,” kata dia.

Asisten I Setda Kabupaten Gianyar, Wayan Suardana, menyampaikan, Pemda Gianyar akan mendukung penuh kerja sama ini. Sebab, manfaat yang didapat sangat banyak di berbagai bidang. Terutama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, juga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Saya apresiasi langkah Desa Mas yang mampu menjangkau hubungan internasional. Saya juga berharap, ke depan, kegiatan seperti ini dapat menjalar ke desa-desa lain di Kabupaten Gianyar,” pungkas pejabat asal Desa Keramas, Blahbatuh itu.

Lihat juga...