Di 2018, NPL KSU Derami 3,24 Persen

Editor: Mahadeva

202
Manajer Tabur Puja Padang Margono Okta/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Non Performing Loan (NPL), atau kredit bermasalah, Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat selama 2018, berada di angka 3,24 persen. Angkanya menurun 0,24 persen, jika dibandingkan dengan kondisi di tahun sebelumnya.

KSU Derami, melalui Unit Tabur Puja menyatakan, jumlah itu dihitung berdasarkan total uang yang di putarkan, yang terakumulasi Rp27 miliar, dengan nilai pengembalian akumulasi 79 persen. Manager Tabur Puja Padang, Margono Okta, menjelaskan, penurunan NPL di 2018, hasil dari usaha seluruh pengurus koperasi dan para Asisten Kredit (AK) yang bertugas di lapangan.

Mereka gigih mengingatkan masyarakat, yang menjadi penikmat Tabur Puja, untuk benar-benar berkomitmen membayar kredit di setiap Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya). “Pergantian pengurus terjadi di pertengahan tahun, dan saya sendiri baru beberapa bulan ini menjadi Manager Tabur Puja. Benar-benar harus bekerja keras, membuka selembar demi selembar kertas kondisi pinjaman yang berputar. Sehingga saya pun mengambil beberapa kebijakan, untuk mengendalikan NPL itu, agar tidak mencapai angka yang besar,” tandasnya, Rabu (2/1/2019).

Beberapa kebijakan yang dimaksud, seperti, pembatasan anggota, yang dimaksud untuk menjalankan sistem sesuai ketentuan Yayasan Damandiri. Seperti, Posdaya yang memiliki anggota lebih dari 100 orang, dengan outstanding melebihi Rp200 juta, maka tidak boleh menambah anggota baru.  Di Padang, ada Posdaya di Bungus, yang memiliki 135 orang anggota. Outstanding di Posdaya Bungus mencapai lebih dari Rp200 juta, jadi tidak bisa menambah anggota baru.

“Hal semacam ini dulunya tidak diterapkan. Sehingga dari Yayasan Damandiri melihat melenceng dari ketentuan. Makanya mulai Oktober ini semua yang tidak sesuai itu, kita ikuti berdasarkan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Mengenai jumlah anggota yang tidak bisa ditambah, ada ketentuan lain, agar anggota baru bisa mengajukan pinjaman modal usaha dan bisa diterima. Seperti, jika ada salah satu anggota yang keluar dari jumlah anggota tersebut, maka dapat disisip oleh anggota baru.  Idealnya, anggota yang terdapat di dalam Posdaya, yang mendapatkan pinjaman modal usaha, mulai dari 40 hingga 100 orang. Dengan demikian, jika outstanding Rp200 juta, maka Posdaya tersebut dinilai bagus.

“Keuntungan lainnya dari ketentuan itu, pencairan bisa dilakukan oleh posdaya langsung. Artinya, perputaran uang akan terjadi di Posdaya, dan akan membuat Posdaya itu memiliki sisi finansial yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi perputaran pencairan dana pinjaman modal usaha, ada administrasi sebesar 0,75 persen di setiap pencairan, yang masuk ke kas Posdaya. Kini hal itu telah dihilangkan, karena tidak dibenarkan. “Dulu itu, dari uang Rp1 juta pencairan, maka dikenakan biaya sebesar 0,75 persen nya, dan masuk seluruhnya ke kas Posdaya. Ternyata cara itu salah. Setelah adanya pengurusan baru di KSU Derami, dan saya juga merupakan Manager Tabur Puja yang baru, menyatakan tidak ada lagi administrasi untuk hal demikian,” sebutnya.

Begitu juga untuk bunga kredit, dulu itu pinjaman Rp1 juta hingga 2 juta, dikenakan bunga kredit 18 persen, dan di atas Rp2 juta dikenakan bunga kredit 20 persen. Ternyata itu tidak dibenarkan oleh PT. Saudara. Kini semuanya kembali ke bunga awal,” ucapnya.

Dengan kebijakan itu diharapkan, dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha di Padang. Melalui hal itu, KSU Derami menawarkan konsep gotong royong, memanfaatkan kredit Tabur Puja melalui sistem tanggung renteng. Tanggung renteng, sejalan dengan budaya orang Minang yang suka bergotong royong. Karena segala sesuatu yang akan dilaksanakan, itu hasil dari kesepakatan bersama, keputusan kemufakatan yang diambil secara gotong royong.

Melihat kondisi di 2018, ke depan KSU Derami Padang akan tetap berkomitmen membantu masyarakat, dengan cita-cita mengentaskan kemiskinan dari pinggir kota. Persoalan kredit macet, menjadi sebuah pelajaran bagi masyarakat, bahwa di 2019 perlu lebih baik lagi, sehingga Tabur Puja bisa membantu lebih banyak.

Baca Juga
Lihat juga...