Di 2019, Sumbar Fokus Bangun Infrastruktur Daerah Tertinggal

Editor: Mahadeva

268
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berupaya terus melakukan pembenahan infrastruktur. Di 2019, upaya akan dilakukan di daerah-daerah tertinggal. Ada tiga daerah yang masih masuk katagori tertinggal, yaitu Kabupaten Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Kepulauan Mentawai. 

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, keberadaan tiga daerah tertinggal tersebut, sudah lama dibahas. Sejauh ini, telah dilakukan berbagai upaya untuk melakukan pembangunan infrastruktur.  “Untuk membebaskan daerah tertinggal itu, perlu banyak upaya. Hal terpentingnya infrastruktur perlu dibangun. Maka dari itu, di 2019 ini, kita data daerah-daerah yang perlu dibangun jembatan,” ungkapnya, Sabtu (26/1/2019).

Jembatan perlu dibangun, karena jembatan merupakan salah satu akses utama menuju daerah tertinggal. Cukup banyak potret sosial di daerah tertinggal, seperti harus menantang maut untuk menyeberangi sungai. Hal itu menunjukkan, jembatan perlu dibangun.  Apabila jembatan telah ada, maka pembangunan lainnya akan mengikuti. Perbaikan jalan, pengembangan infrastruktur sekolah, kesehatan, dan sarana lain akan mengikuti. Untuk pembangunan Jembatan di daerah tertinggal, sejauh ini belum diketahui jumlahnya.

Hanya saja, Nasrul memastikan, di 2019 pembangunan itu dimulai.  “Persoalan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, 2019 ini dimulai. Karena memang di 2018 tidak berjalan maksimal untuk pembangunan di daerah tertinggal. Hal ini disebabkan, banyak program-program yang tidak terealisasi untuk pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal tersebut,” tuturnya.

Anggaran untuk kegiatan tersebut, dipastikan Nasrul, telah ada di masing-masing instansi pemerintah. Diperkirakan, salah satu daerah tertinggal yang masuk dalam program kerja jangka pendek, yaitu Kabupaten Pasaman Barat, ada sebuah nagari atau desa yang perlu untuk dibangunkan jembatan.

Tidak hanya untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga menjadi keperluan akses transportasi dari Teluk Tapang, Pasaman Barat. “Dalam waktu dekat, pembangunan dimulai di kawasan Teluk Tapang. Kawasan tersebut, akan segera difungsikan, sebagai pelabuhan pengangkut CPO asal Sumatera Barat, sebagai produk ekspor,” jelasnya.

Kemudian Trans Mentawai, yang merupakan akses untuk menghubungkan kawasan Kepulauan Mentawai. Pembangunannya akan terus berjalan. Begitu juga untuk Kabupaten Solok Selatan, secara bertahap akan menjadi sasaran pembangunan infrastruktur. Pemprov Sumatera Barat, akan terus berusaha agar tidak ada lagi daerah daerah tertinggal di daerah tersebut. “Jadi rencana untuk fokus soal infrastruktur daerah tertinggal ini sudah lama ada programnya. Untuk itu, di 2019 ini, diminta lebih fokus lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...