Di Ternate Belum Ditemukan Jajanan Berbahaya

253
Ilustrasi penjaja makanan di sekolah - DOK CDN

TERNATE – Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara, belum menemukan keberadaan jajanan sekolah berbahaya. Yaitu jajanan yang pewarna pakaian, formalin dan boraks.

“Hasil pemeriksaan terhadap jajanan sekolah, baik yang dijual di kantin maupun di sekitarnya tidak ada yang mengandung bahan berbahaya, jadi aman untuk dikonsumsi,” kata Kepala Seksi Formasi Dinkes Ternate, Nurhayati Manan, Minggu (27/1/2019).

Namun demikian, Dinkes tetap rutin menggelar sosialisasi ke sekolah. Sasaran kegiatannya kalangan guru, siswa maupun penjual jajanan, mengenai pangan jajanan sekolah yang sehat. Dalam sosialisasi disampaikan bagaimana cara memilih jenis jajanan yang sehat, serta ciri-ciri jajanan yang mengandung bahan berbahaya. Termasuk cara deteksi dari segi warna dan rasa.

Khusus kepada para penjual pangan jajanan sekolah, disampaikan bahaya menggunakan bahan berbahaya. Serta cara memilih bahan baku dan proses pengolahan yang sehat. Proses pengolahan pangan jajanan sekolah, penting diketahui penjual. Meski bahan sehat, tetapi kalau proses pengolahannya tidak sehat, misalnya menggunakan minyak goreng berulang kali, akan mengakibatkan jajanan yang diolah menjadi tidak sehat, bahkan bisa mengandung racun.

Kesehatan lingkungan sekolah, juga selalu disampaikan dalam setiap sosialisasi ke sekolah. Di lingkungan sekolah tidak boleh membuang sampah sembarangan, atau jangan ada genangan air yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Kepada sekolah di Ternate diminta menyiapkan kantin sekolah, dan mengarahkan pedagang di luar untuk berjualan di dalam lingkungan sekolah. Hal itu untuk memudahkan proses pengawasan dan pembinaan. Jajanan sekolah sangat dibutuhkan siswa, terutama sekolah dasar. Semenjak diberlakukannya program pendidikan dini di seluruh SD di daerah itu, murid pulang di atas pukul 14.00 WIT. (Ant)

Lihat juga...