Dinkes Banyumas Minta Warga Aktifkan PSN

Editor: Koko Triarko

863
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto -Foto: Hermiana E Effendi

PURWOKERTO – Memasuki minggu pertama bulan Januari, empat warga Desa Pandak, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, dinyatakan positif Demam Berdarah Dengue (DBD), dan 13 warga lainnya masih menjalani perawatan dengan gejala DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan, kasus DBD ada peningkatan cukup dratis pada awal musim penghujan ini. Dinkes mendapat laporan, ada 17 warga Desa Pandak yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan gejala DBD. Dinkes langsung melakukan pelacakan ke beberapa rumah sakit.

ʺAwalnya ada 29 warga Desa Pandak yang menderita panas, dengan suhu tubuh sampai 38 derajat celcius, kemudian 17 di antara dibawa ke rumah sakit. Kita langsung menerjunkan tim untuk melacak, 15 warga dirawat di Rumah Sakit Wijayakusuma (DKT) Purwokerto, dan dua orang di Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto. Hasil pemeriksaan, empat pasien dinyatakan positif DBD,ʺ terang Sadiyanto, Minggu (6/1/2019).

Dinas Kesehatan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi. Dinkes bersama dengan Puskesmas setempat dan pihak desa, turun untuk melihat lokasi dan ditemukan banyak jentik-jentik di rumah penderita DBD.

ʺKita langsung melakukan fogging pada Sabtu (5/1) di sekitar rumah penderita DBD. Sekaligus kita beri penyuluhan kepada warga sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),ʺ jelasnya.

Sadiyanto mengingatkan, bahwa fogging efektif selama satu minggu dan hanya bisa membunuh nyamuk yang beterbangan. Namun, telur-telur nyamuk tidak terbunuh. Karena itu, ia meminta agar warga menggiatkan PSN, sebab itu cara paling efektif.

Dinkes juga meminta warga desa untuk kembali mengaktifkan gerakan Jumat Bersih atau gerakan Minggu Bersih, dengan rutin kerja bakti membersihkan lingkungan. Tanah-tanah kosong di sekitar warga, harus dibersihkan dari sampah dan genangan air.

ʺUntuk pemberantasan DBD ini, Dinkes tidak bsia sendirian, dibutuhkan partisipasi semua pihak, mulai dari warga, pihak desa dan lintas sektoral lainnya, seperti Pramuka, ibu-ibu PKK dan lain-lain. Hal ini penting, supaya status Kondisi Luar Biasa (KLB) DBD tidak terulang lagi di Banyumas,ʺ kata Sadiyanto.

Baca Juga
Lihat juga...