hut

Disdik DKI Tindaklanjuti Temuan Gudang Narkoba di Sekolah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, akan menindak lanjuti secara menyeluruh atas kasus temuan gudang narkoba di Kompleks Yayasan Pendidikan Al Kamal. Dia juga memanggil Kepala Sekolah YPP Al Kamal tersebut.

“Kita akan panggil kepseknya. Minta penjelasan, kronologis, memastikan apakah TKP-nya betul ada di situ, siapa pelakunya. Apa yang bersangkutan itu sebagai pegawai  sekolah situ apa bukan, kita akan minta penjelasan,” kata Bowo di Sekolah Al Kamal, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019).

Menurut Bowo, pihaknya terus berkoordinasi dengan sekolah untuk menuntaskan permasalahan narkoba. Bowo mengatakan, proses pemanggilan Kepala Sekolah ‎YPP Al Kamal, nanti dilakukan pekan depan. Dia pun berharap, agar pihak sekolah mau bersikap kooperatif untuk menuntaskan kasus ini.

“‎Sekarang belum (dipanggil), kita kan belum lengkap ini. Kita rencana minggu depan akan kita panggi‎l,” kata Bowo.

Bowo menjelaskan, bahwa akan melakukan pembinaan kepada sekolah agar menghindari dampak dari para peserta didik mengingat, kasus tersebut terjadi di lingkungan sekolah.

“Kita akan melihat pembinaannya ke sekolahnya untuk memastikan agar peserta didik lainnya, dipastikan tidak terimbas dalam penggunaaan narkoba ini,” lanjut Bowo.

Namun, dia enggan berkomentar terkait sanksi apa yang bakal diberikan k‎epada pihak sekolah sampa kecolongan dijadikan gudang narkoba.

“Masih kita kaji dulu. Kemudian kasus seperti ini kan kebetulan adanya di lingkungan sekolah. Kondisinya bisa terjadi di mana pun,” ‎ujarnya.

Bowo menuturkan, yang terpenting saat ini adalah memastikan tidak ada sekolah lain yang berurusan dengan narkoba.

Selain itu, terkait dengan masalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), Bowo menjelaskan, bahwa tidak ada sangkut pautnya dan tetap diberikan kepada yang berhak mendapatkannya.

Dalam upaya mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa. Dinas Pendidikan DKI Jakarta terus mengistruksikan bahaya narkoba terhadap peserta didik, melalui surat edaran dan pamflet yang diberikan kepada pihak sekolah di setiap tahunnya.

“Kita selalu buat edaran kepada sekolah, bukan hanya kali ini saja. Tetapi ketika tahun ajaran baru, kita sudah buat edaran terkait dinamika peserta didik. Bukan hanya narkoba, ada masalah bullying dan penyimpangan-penyimpangan lain sudah ada di edaran kita. Setiap tahun kita lakukan,” tegas Bowo.

Bowo menjelaskan bahwa pihak sekolah tersebut sudah menyampaikan kepada dirinya, bila yang terlibat dengan peredaran narkoba itu adalah anak dari pengurus yayasan.

Bowo pun mengatakan, pihak sekolah turut membantah bila ada karyawan atau guru di sana yang diklaim terlibat dengan peredaran narkoba tersebut.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) selaku mitra kami, sehingga tidak hanya besok itu tapi suatu saat juga pasti harus ada test case. BNNP itu turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lebih luas,” jelas Bowo.

Bowo memastikan, sanksi sosial akan diterima sekolah yang bersangkutan. Selain itu, dari segi akreditasi, juga kemungkinan besar akan ada stigma negatif yang melekat pada institusi pendidikan tersebut.

“Dari sisi administrasi, kami masih mau mempelajarinya. Tapi siapa lagi yang mau percaya, bila sekolah itu sudah terstigmatisasi sebagai sekolah yang ada (kegiatan terkait) narkobanya?” ucap Bowo.

Karena sanksi sosial itulah, maka Bowo menilai nasib sekolah tersebut akan bergantung pada persepsi masyarakat di kemudian hari.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengaku prihatin dengan adanya gudang narkoba di lingkungan sekolah Al Kamal, Jakarta Barat.

“Karena narkoba kalau sudah masuk sekolah, mau jadi apa bangsa ini?” ujarnya di lokasi.

Dia mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengatasi masalah ini. Dia pun meminta kepolisian untuk mengungkap tuntas jaringan narkoba ini. Sedangkan untuk lokasi ruangan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan narkoba, Prasetyo meminta agar dipasangi garis polisi.

“Saya akan bersurat kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kebetulan ada Plt, kita akan rapatkan ini. Sudah ada narkoba di sekolah, mau jadi apa sekolah ini. Di sini saya menekan kepada Polda Metro Jaya untuk bertindak tegas. Diambil sikap hukum jelas, tidak boleh istilahnya tebang piling,” tegasnya.

Prasetyo berharap, kepolisian dapat mengungkap tuntas peredaran narkoba yang sampai melibatkan lingkungan sekolah sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut.

Diberitahukan, Sekolah Al-Kamal sempat dijadikan sebagai gudang penyimpanan narkotika oleh dua kurir narkoba, yakni CP dan DL, yang telah ditangkap Polsek Kembangan, Jakarta Barat.

Keduanya menyimpan enam paket sabu-sabu seberat 355,56 gram dan obat-obatan psikotropika golongan IV serta obat daftar G, dengan total 7.910 tablet di laboratorium sekolah.

Lihat juga...