Dishub DIY Berharap Sanksi Pelanggaran Parkir Beri Efek Jera

165
Ilustrasi. [CDN]

YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, berharap sanksi yang diberikan kepada oknum juru parkir nakal saat sidang tindak pidana ringan dapat memberikan efek jera.

“Ada beberapa titik yang juru parkirnya terjaring penertiban dengan kesalahan yang sama, dua hingga tiga kali. Karena itu, kami berharap sanksi yang diberikan saat sidang tindak pidana ringan dapat memberikan efek jera,” kata Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Imanudin Aziz, di Yogyakarta, Sabtu (12/1/2019).

Menurut dia, juru parkir yang terjaring penertiban hingga dua kali biasanya di tepi jalan umum di Jalan Suryatmajan, dan di Titik Nol Kilometer. Terjaring penertiban hingga tiga kali dengan kesalahan yang sama, yaitu menaikkan tarif parkir di atas ketentuan.

Pada sidang tindak pidana ringan terakhir, juru parkir di Jalan Suryatmajan yang terjaring penertiban saat libur akhir tahun, hanya diberi sanksi membayar denda Rp100.000. Padahal, pada penertiban yang dilakukan sebelumnya, pelaku tersebut diminta membayar denda Rp300.000.

“Jika juru parkir sudah terjaring penertiban lebih dari satu kali, maka sanksi yang diberikan pada sidang kedua dan seterusnya diharapkan bisa lebih berat. Tujuannya untuk memberikan efek jera,” katanya.

Selain juru parkir di Jalan Suryatmajan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta juga menertibkan di Jalan Ketandan atau di belakang Ramayana. Keduanya juga diberi sanksi membayar denda masing-masing Rp100.000.

Berdasarkan peraturan yang berlaku, sanksi maksimal yang bisa diberikan adalah kurungan tiga bulan atau denda Rp50 juta.

Meskipun sanksi yang diberikan kepada juru parkir nakal rata-rata ringan, namun Aziz mengatakan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan tetap rutin melakukan penertiban parkir.

“Itu sudah menjadi tugas kami. Kami pun sudah memiliki jadwal untuk kegiatan penertiban parkir. Lokasi mana saja yang berpotensi terjadi pelanggaran, akan kami lakukan penertiban. Biasanya memang lebih gencar di akhir bulan,” katanya.

Sepanjang 2018, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menertiban sekitar 30 juru parkir yang melakukan pelanggaran, di antaranya pelanggaran tarif parkir dengan menaikkan tarif di atas ketentuan, menggunakan lokasi yang sebenarnya dilarang untuk parkir sebagai lokasi dan mengubah peruntukan parkir dari sepeda motor ke mobil atau sebaliknya.

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta bahkan bersikap tegas terhadap juru parkir resmi, yang melakukan pelanggaran dengan mencabut surat tugas, salah satunya juru parkir di Jalan Mangkubumi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...