Diuji Coba, Underpass Jenderal Soedirman Sukses Urai Kemacetan

Editor: Mahadeva

601

PURWOKERTO – Underpass di Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai diuji coba penggunaannya, Senin (14/1/2019). Underpass sepanjang 550 meter tersebut, diharapkan mampu mengurai kemacetan akibat perlintasan Kereta Api (KA), yang membelah jalur utama di Kota Purwokerto tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Banyumas, Sugeng Hardoyo (baju putih) dan Kepala Dinas PU, Irawadi memantau uji coba underpass Jenderal Soedirman – Foto Hermiana E Ef

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Sugeng Handoyo, mengatakan, jika perlintasan KA ditutup, terjadi kemacetan hingga lebih dari dua kilometer. Kemacetan terjadi, mulai dari pintu perlintasan hingga pertigaan depan Kantor Kodim Banyumas ke arah barat.

ʺDengan adanya underpass ini, diharapkan kemacetan bisa terurai. Jalur KA yang melintas ini kan doubel track, sehingga frekuensi KA yang lewat sangat tinggi, bisa tiap lima menit ada KA melintas. Pada jalur utama ini, jika harus ditutup setiap lima menit sekali, bisa dibayangkan panjangnya kemacetan,ʺ kata Sugeng, Senin (14/1/2019).

Dalam uji coba hari pertama, dibuka dua jalur dari arah barat dan timur. Bagian tengah jalur dibuat pembatas. Selama uji coba, arus kendaraan terpantau sangat lancar, dan tidak ada kemacetan sama sekali. Uji coba akan dilakukan sampai dengan peresmian. ʺPeresmian underpass rencananya akan dilakukan oleh Presiden Jokowi, sekitar Februari. Untuk tanggal pastinya kita belum dapat, karena masih menyesuaikan dengan jadwal presiden. Uji coba ini, akan dibuka terus sampai dengan satu minggu menjelang peresmian. Setelah peresmian kembali dibuka untuk seterusnya,ʺ terangnya.

Kepala  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas, Irawadi, yang ikut memantau uji coba underpass hari pertama mengatakan, total biaya pembangunan underpass Jenderal Soedirman Rp120 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBN Rp70 miliar dan dari APBD Banyumas Rp50 miliar. ʺPembangunan underpass memakan waktu satu tahun, dengan anggaran dari pusat Rp70 miliar, untuk pembangunan jalan dari arah barat. Dari APBD Rp50 miliar, untuk pembangunan jalan dari arah timur, beserta pembebasan tanahnya,ʺ jelas Irawadi.

Konstruksi bangunan dari beton, dengan ketinggian 4,1 meter. Sehingga untuk bus besar masih bisa melintas. Untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan, pihak PU juga sudah menyiapkan pompa penyedot dengan kapasitas tiga meter kubik per detik. ʺKalau dari kontruksi bangunan bangunan, kita optimis tidak akan ada genangan air, karena letaknya cukup tinggi. Sementara sungai terdekat, yaitu Sungai Banjaran, letaknya masih sekira tiga hingga empat meter di bawah ketinggian jalur underpass. Tetapi kalau toh terjadi banjir karena hujan deras, sudah kita siapkan pompa,ʺ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...