DKP Sumbar Terus Giatkan Bersih Sungai dan Pantai

Editor: Koko Triarko

PADANG – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat, terus melakukan pembersihan kawasan perairan sungai dan pantai. Salah satu upaya yang akan dilakukan di 2019, yakni aksi bersih-bersih akan dilaksanakan pada Maret mendatang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatra Barat, Yosmeri, mengatakan, aksi bersih sungai Batang Harau ditarget sepanjang 3,5 Km. Aksi yang akan dimulai dari jembatan Seberang Padang sampai Muara Padang, menyasar sampah-sampah dalam sungai, di bantaran sungai dan pinggir sungai.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat, Yosmeri/ Foto: M. Noli Hendra

“Petugas kami akan menggunakan boat-boat, eskavator dan sarana pendukung lainnya,” kata Yosmeri, Kamis (24/1/2019).

Agar aksi berjalan lancar, pihaknya telah melakukan sinergi dengan SKPD terkait, baik provinsi dan Kota Padang, serta dengan BUMN, seperti PT. Semen Padang, Pelindo dan bank-bank serta perguruan tinggi dan TNI/ POLRI.

Pada Rabu (23/1), dilakukan rapat awal di kantor DKP yang dihadiri Komadan Lantamal, Laksamana Agus Sulaiman, Asisten II Setdaprov, Beni Warlis.

“Gerakan ini akan melibatkan lapisan masyarakat, ASN, mahasiswa, pelajar, TNI, Polri BUMN, LSM dan pihak terkait lain yang peduli dengan kebersihan sungai dan pantai,” terangnya.

Dijelaskan Yosmeri, semua pihak harus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya kebersihan pantai. Apalagi, laut sumber kehidupan bagi semua masyarakat, bukan hanya bagi masyarakat pesisir saja.

Ia menegaskan, mencemari laut sama saja dengan merusak masa depan masyarakat. Jika kepedulian terhadap kebersihan laut tidak ditegakkan, maka pada 2050 mendatang, generasi pelaut akan lebih banyak mendapatkan plastik dari pada ikan di lautan.

“Kondisi ini harus kita dorong selalu. Sampah di pinggir pantai akan menumpuk lebih banyak jika dibiarkan. Jika setiap hari masyarakat membuang limbah plastik, botol, kaleng bekas dan limbah lainnya ke laut, biota laut seperti terumbu karang akan rusak dan produksi ikan akan menurun,” katanya.

Ia menekankan, budaya buang sampah ke laut harus sesegera mungkin diubah. Selain itu, budaya membangun rumah yang membelakangi laut juga harus diubah, karena berdampak pada kesadaran akan kebersihan laut.

Menururnya, selain melakukan aksi bersih sungai, juga dilakukan olah raga fologing sport, yaitu olah raga jalan sambil mengumpulkan sampah. Aksi dimulai di Seberang Padang dan finish di Muaro, dekat Jembatan Siti Nurbaya.

“Nanti siapa yang paling banyak kumpulkan sampah akan diberi hadiah,” sebut Yosmeri.

Juga direncanakan dilakukan lomba bersih sungai, melibatkan perahu-perahu nelayan. Kegiatan aksi bersih-bersih itu juga dalam rangka hari sampah dan memperingati hari air. Menurut rencana, aksi itu akan dihadiri Gubernur Sumbar dan wakil.

Selama 2018, aksi bersih pantai juga telah dilakukan DKP Sumbar di sejumlah daerah, seperti di Pasaman Barat, tepatnya Pantai Air Bangis. Gerakan bersih pantai tersebut dilakukan dalam upaya mendorong masyarakat setempat, untuk mengubah perilaku negatif dalam memperlakukan laut beserta ekosistem yang ada di dalamnya, dengan sadar akan lingkungan pesisir yang bersih dari sampah.

Lihat juga...