Elektrifikasi Kaltara Baru Mencapai 71,98 Persen

196
Petugas memasang tiang listrik - Foto Dokumentasi CDN

TANJUNG SELOR — Elektrifikasi di Kalimantan Utara baru 71,98 persen sehingga Pemerintah Provinsi Kaltara serius menarik investasi di bidang kelistrikan, khususnya pembangunan pembangkit listrik tenaga air mengingat banyak sungai besar di provinsi termuda itu.

“Kami targetkan 2021 sudah bisa 100 persen atau seluruh masyarakat di Kaltara mendapat pelayanan listrik,” kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Kamis (31/1/2019).

Ia berharap melalui sinergi dengan PT PLN (persero), upaya meningkatkan kualitas pelayanan listrik di Kaltara akan berjalan baik.

Rasio elektrifikasi menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Kaltara dan tentu saja bersama PLN.

Upaya tersebut termasuk penambahan kapasitas pembangkit, pembangunan jaringan hingga untuk jangka panjang membangun pembangkit baru.

Salah satunya PLTA, yang diharapkan dalam waktu dekat akan terealisasi pembangunan bendungannya.

Sebelumnya sejumlah investor yang didominasi dari China telah mengincar proyek pembangunan PLTA di Sungai Kayan.

Pada 13 April 2018, Powerchina, bersama dengan PT Indonesia Kayan Hydropower Energy Co. Ltd., telah menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk pembangunan PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan.

Perkembangan terakhir, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ternyata mengincar proyek PLTA Sungai Kayan itu.

Tujuannya mendukung ketersedian energi bagi investasi smelter aluminium di daerah tersebut.

Inalum telah menandatangani MoU (nota kesepahaman bersama) dan melakukan pra studi kelayakan (pre feasibility study/pre-FS) pada 2017, termasuk tahapan penyelesaian pre-FS, Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) serta perizinan.

Proyek konstruksi untuk PLTA Sungai Kayan akan dimulai pada 2019, lebih awal dua tahun dibandingkan pembangunan smelter pada 2021. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...