Fenomena Tanah Bergeser, Jadi Perhatian Pemkot Bekasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

424

BEKASI – Fenomena tanah bergeser di Kota Bekasi, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi dengan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan pembangunan turap di sepanjang Kali Bekasi pada tahun ini.

“Sudah hampir dua puluh tahun Kali Bekasi tidak direstorasi. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya sejumlah titik rawan pergeseran tanah,” kata Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, saat melihat langsung lokasi pergeseran tanah di RT 005 RW 004 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi , Kamis (3/1/2019).

Tri berharap, Kementerian PUPR dapat memprioritaskan pembangunan turap di sepanjang Kali Bekasi untuk mencegah terjadinya pergeseran tanah yang berdampak pada warga Kota Bekasi yang tinggal di bantaran Kali Bekasi.

Menurut Tri, fenomena pergeseran tanah di Kota Bekasi di beberapa lokasi sudah sangat kritis sehingga terjadi pengikisan terhadap lahan yang ada. Jika turap kali menjadi prioritas maka dapat mencegah kejadian pergeseran tanah.

“Jika ada kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum di Kota Bekasi, maka pasti akan jadi prioritas. Tapi dalam rancangan tidak ada. Bisa kita lakukan juga pada tahun berikutnya,” tandasnya.

Untuk itu, ia mengaku, akan mendorong percepatan pembangunan turap guna mencegah adanya rumah tinggal atau bangunan milik warga yang ada di bantaran Kali Bekasi amblas.

“Ini kalau tidak disegerakan, akan banyak lagi warga Kota Bekasi yang tidak memiliki rumah dan tempat tinggal. Karena tempat yang mereka tinggali lambat laun akan berubah menjadi sungai,” tuturnya.

Sebelumnya, diketahui belasan rumah di bantaran Kali Bekasi, Jawa Barat terancam ambruk. Sebab, tanah di kawasan itu mengalami pergeseran. Bahkan sekitar kali Bekasi yang melintas di kawasan perumahan elit di Kemang Pratama, tanahnya diketahui turut mengalami pergeseran.

Baca Juga
Lihat juga...